Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
ilustrasi anak pelaku kejahatan./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah anak yang menjadi pelaku kejahatan jalanan di Kabupaten Bantul cukup tinggi.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bantul (DP3AP2KB) Bantul mendorong minat bakat anak disalurkan sehingga kasus serupa tidak terjadi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan ada 21 anak yang menjadi pelaku kejahatan jalanan pada Januari-November 2023.
“Bentuk kejahatan jalanan yaitu dua kasus pengeroyokan, satu kasus penganiayaan, dan 12 kasus penyalahgunaan senjata tajam,” katanya melalui telepon, Jumat (15/12/2023).
Sementara itu, Subkoordinator Kelompok Substansi Perlindungan Khusus Anak, DP3AP2KB Kabupaten Bantul, Azzakiyah Fitriyati menyampaikan orang tua dapat mendorong anak menyalurkan minat dan bakatnya, sehingga waktu luang yang dimiliki anak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif.
“Anak dapat diberikan [kegiatan yang menyalurkan] kreatifitas anak, misal sukanya band, pencak silat, diarahkan kesana sehingga anak punya kegiatan yang positif bukan yang negatif,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa sanggar di Kabupaten Bantul yang dapat dimanfaatkan anak-anak untuk menyalurkan bakat seninya.
Selain itu, ada juga Forum Anak Bantul yang menjadi wadah bagi anak untuk meningkatkan bakatnya. Sementara ada pula karang taruna, dan beberapa organisasi lain di tingkat kabupaten yang dapat menjadi wadah pembelajaran bagi anak.
Menurut dia, apabila waktu luang anak dapat diisi dengan kegiatan yang positif, maka akan mengurangi kecenderungan anak untuk melakukan kegiatan yang negatif.
Selama ini pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait dengan pencegahan kejahatan jalanan. “Kami keliling ke setiap padukuhan melalui Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak Kalurahan [Satgas PPA],” katanya.
BACA JUGA: Polisi Sebut Libur Nataru Rawan Kejahatan, Orang Tua Diminta Perhatikan Aktivitas Anak
Dengan pendekatan kewilayahan, menurut Fitriyati pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada orang tua agar dapat turut serta berperan dalam pencegahan kejahatan jalanan.
Selain itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Dewan Pendidikan DIY dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bantul untuk dapat bekerja sama menekan angka anak yang terlibat kejahatan jalanan.
“Semoga dengan adanya KPAD Kabupaten Bantul ini bisa menekan mencegah angka kejahatan anak di bantul ada kejadian yang sampai membawa sajam dan pengeroyokan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.