Pascagempa NTT, 32 Titik Longsor Jalan Nasional Ditangani
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
Tugu Pal Putih / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pada libur akhir tahun di perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) wisatawan banyak yang mengincar Jogja dan Jawa Tengah sebagai tujuan wisata. Badan Otorita Borobudur (BOB) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan bahwa wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jogja (dan juga wilayah DIY secara keseluruhan) dan Jawa Tengah karena tertarik dengan budayanya, salah satunya Candi Borobudur.
"Orang datang ke kawasan kita, Borobudur, Jawa Tengah, dan DIY itu yang pertama budayanya," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur Kemenparekraf Agustin Peranginangin usai Jumpa Pers Akhir Tahun 2023 di Jogja, Sabtu (16/12/2023).
Oleh karena itu, kata dia, pemangku kepentingan pariwisata maupun pelaku pariwisata di wilayah Jateng dan DIY jangan berhenti untuk menampilkan atraksi-atraksi budaya, maupun tarian dan nyanyian yang telah menjadi budaya khas daerah.
"Atraksi, tarian dan nyanyi tidak berhenti di situ, tapi kita geser lebih dalam, kita sambut mereka dengan pengenalan tarian, kita sambut mereka dengan pengenalan atraksi, kita tarik lebih dalam agar mereka mengenal nilai nilai budaya Mataram," katanya.
Dia juga mengatakan termasuk juga wisatawan diajak untuk mengenal kisah dari apa yang ditinggalkan di Candi Borobudur dari relief reliefnya itu, juga mengenal kampung-kampung wisata yang ada di sepanjang Sumbu Filosofi Jogja.
BACA JUGA: Bus Besar dan Sedang Dilarang Masuk Obelix Hills, Dishub Sleman: Demi Keselamatan
"Jadi tidak datang untuk melihat saja, kalau di Borobudur sudah dikembangkan melalui paket-paket BTOC (Borobudur Trail of Civilization), dan di Jogja sudah ada paket peket yang kampung wisata, tapi sebelumnya belum mengeksplorasi khusus sumbu filosofinya," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait dengan pengembangan pariwisata Jogja yang menjadi kawasan Sumbu Filosofi, BOB Kemenparekraf akan menggarap di wilayah hilir, untuk kemudian dipromosikan untuk mendukung pariwisata DIY.
"Sumbu filosofi ini oleh Bapak Gubernur DIY sudah ada timnya yang mengembangkan, kita nanti dari Kemenparekraf bertindak di hilir, jadi di muara itu ada Pemda DIY, di hilir artinya kita mempromosikan," katanya.
"Kami juga mendapat informasi sedang disusun paket paket wisata yang temanya dari Sumbu Filosofi. Kalau ini sudah ada, nanti kita dari Kemenparekraf dalam hal ini Badan Pelaksana Otorita Borobudur akan mempromosikannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
Vietnam vs Malaysia bertemu di semifinal leg kedua Piala AFF 2026 malam ini pukul 20.00 WIB. Simak jadwal dan link live streaming.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Garuda Indonesia menguji konektivitas internet cepat di pesawat hingga video call. Implementasi bertahap diproyeksikan mulai 2027.
INNSiDE by Meliá Yogyakarta mempererat hubungan dan sinergi dengan pelaku industri pariwisata melalui Travel Agent Gathering yang digelar Selasa (18/8/2026)
Harga pangan hari ini mencatat cabai rawit merah Rp67.350 per kg. Simak harga beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng.