Kelok 23 Selesai, Investor JJLS Gunungkidul Diminta Tak Langgar Aturan
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Ilustrasi pedagang cabai./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus memantau harga barang kebutuhan pokok di pasaran. Salah satu komoditas yang diamati adalah cabai yang harganya diklaim tengah menurun.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disperindag Sleman, Kurnia Astuti mengatakan kenaikan harga cabai di semua komoditas mulai dari rawit, keriting maupun merah sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Berdasarkan catatan dari hasil pemantauan seitap harinya, harga sempat tembus di kisaran Rp87.500 per kilogram yang terjadi pada 8 Desember 2023 lalu.
Meski demikian, dia tidak menampik harga mulai menurun. Hal ini tak lepas dari stok di pasaran yang melimpah. Pada Senin (18/12/2023), cabai rawit merah dipatok Rp76.875 per kilogram.
Harga ini lebih murah ketimbang penjualan pada Minggu (18/12/2023) yang dipasarkan Rp79.625 atau turun Rp2.750 per kilonya. Hal sama terjadi pada cabai rawit hijau turun dari Rp54.125 menjadi Rp50.375 per kilogramnya.
Cabai merah keriting dari Rp61.875 menjadi Rp58.500 dan cabai merah besar dari Rp73.429 turun dan dipasarkan Rp70.571 per kilogram. “Mulai turun, tapi harganya masih tinggi dan belum Kembali normal seperti biasanya,” kata Nia, Senin.
Menurut dia, budi daya cabai sangat bergantung dengan musim. Pasalnya, saat turun hujan maka hasilnya akan sedikit sehingga berpengaruh terhadap harga jual.
Adapun kondisi sekarang cuaca masih relatif bagus sehingga keberadaan stok dipasaran terhitung aman. “Masyarakat tidak perlu panik karena stoknya tetap tersedia banyak jumlahnya,” kata Nia.
Sebelumnya diberitakan, Petani cabai di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman berharap harga jual cabai tidak sampai anjlok. Pasalnya, harga jual di pasaran mulai mengalami penurunan.
BACA JUGA: Petani Sleman Berharap Harga Cabai Tidak Anjlok
Salah seorang petani di Kalurahan Wedomartani, Rebiyo mengatakan harga jual cabai, khususnya rawit merah di pasaran mulai menurun. Pasalnya, ia mengakui, harga sempat menembus hingga Rp100.000 per kilonya di Tingkat pengecer. “Sekarang sudah mulai turun,” kata Rebi.
Dia menjelaskan, untuk tingkat petani, harga cabai rawit sempat menembus Rp80.000 per kilogram. Adapun empat hari lalu, ia memetik dan memasarkannya di kisaran Rp60.000 per kilogram. “Sekarang baru memetik lagi dan belum menjual lagi. Tapi, harapannya harga tidak sampai anjlok karena bisa membuat petani merugi,” katanya.
Meski harga jual masih tinggi, ia tidak menampik komoditas cabai sangat fluktuatif. Oleh karenanya, dia berharap penurunan tidak sampai membuat harga menjadi anjlok. “Pernah hanya dihargai Rp10.000 per kilogram. Jelas, kalau anjlok petani tidak mendapatkan hasil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
PSS Sleman mematangkan skema set piece jelang menghadapi Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027, Jumat (4/9/2026).
Pengendara mobil mengaku nyaris menjadi korban dugaan modus ojol teriak maling di Jakarta Selatan dan memilih mencari pengamanan di Mall Kokas.
Indonesia U20 menang 3-0 atas Laos pada Kualifikasi Piala Asia U20 2027. Zahaby Gholy mencetak dua gol untuk membawa Garuda Muda memuncaki Grup H.
Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang mengubah batas omzet bebas pajak UMKM Rp500 juta sesuai kondisi ekonomi dan kebutuhan.
Febrie Adriansyah diperiksa sebagai tersangka TPPU oleh Tim 9 Kejagung. Mantan Jampidsus itu menjawab sekitar 50 pertanyaan penyidik.