Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi pedagang cabai./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman terus memantau harga barang kebutuhan pokok di pasaran. Salah satu komoditas yang diamati adalah cabai yang harganya diklaim tengah menurun.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Disperindag Sleman, Kurnia Astuti mengatakan kenaikan harga cabai di semua komoditas mulai dari rawit, keriting maupun merah sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Berdasarkan catatan dari hasil pemantauan seitap harinya, harga sempat tembus di kisaran Rp87.500 per kilogram yang terjadi pada 8 Desember 2023 lalu.
Meski demikian, dia tidak menampik harga mulai menurun. Hal ini tak lepas dari stok di pasaran yang melimpah. Pada Senin (18/12/2023), cabai rawit merah dipatok Rp76.875 per kilogram.
Harga ini lebih murah ketimbang penjualan pada Minggu (18/12/2023) yang dipasarkan Rp79.625 atau turun Rp2.750 per kilonya. Hal sama terjadi pada cabai rawit hijau turun dari Rp54.125 menjadi Rp50.375 per kilogramnya.
Cabai merah keriting dari Rp61.875 menjadi Rp58.500 dan cabai merah besar dari Rp73.429 turun dan dipasarkan Rp70.571 per kilogram. “Mulai turun, tapi harganya masih tinggi dan belum Kembali normal seperti biasanya,” kata Nia, Senin.
Menurut dia, budi daya cabai sangat bergantung dengan musim. Pasalnya, saat turun hujan maka hasilnya akan sedikit sehingga berpengaruh terhadap harga jual.
Adapun kondisi sekarang cuaca masih relatif bagus sehingga keberadaan stok dipasaran terhitung aman. “Masyarakat tidak perlu panik karena stoknya tetap tersedia banyak jumlahnya,” kata Nia.
Sebelumnya diberitakan, Petani cabai di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman berharap harga jual cabai tidak sampai anjlok. Pasalnya, harga jual di pasaran mulai mengalami penurunan.
BACA JUGA: Petani Sleman Berharap Harga Cabai Tidak Anjlok
Salah seorang petani di Kalurahan Wedomartani, Rebiyo mengatakan harga jual cabai, khususnya rawit merah di pasaran mulai menurun. Pasalnya, ia mengakui, harga sempat menembus hingga Rp100.000 per kilonya di Tingkat pengecer. “Sekarang sudah mulai turun,” kata Rebi.
Dia menjelaskan, untuk tingkat petani, harga cabai rawit sempat menembus Rp80.000 per kilogram. Adapun empat hari lalu, ia memetik dan memasarkannya di kisaran Rp60.000 per kilogram. “Sekarang baru memetik lagi dan belum menjual lagi. Tapi, harapannya harga tidak sampai anjlok karena bisa membuat petani merugi,” katanya.
Meski harga jual masih tinggi, ia tidak menampik komoditas cabai sangat fluktuatif. Oleh karenanya, dia berharap penurunan tidak sampai membuat harga menjadi anjlok. “Pernah hanya dihargai Rp10.000 per kilogram. Jelas, kalau anjlok petani tidak mendapatkan hasil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.
Kia Carens EV membuka pemesanan awal di Indonesia mulai 26 Oktober 2026. Simak empat varian, estimasi harga, dan fitur unggulannya.