Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ilustrasi petani cabai./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, SLEMAN—Petani cabai di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman berharap harga jual cabai tidak sampai anjlok. Pasalnya, harga jual di pasaran mulai mengalami penurunan.
Salah seorang petani di Kalurahan Wedomartani, Rebiyo mengatakan, harga jual cabai, khususnya rawit merah di pasaran mulai menurun. Pasalnya, ia mengakui, harga sempat menembus hingga Rp100.000 per kilonya di tingkat pengecer. “Sekarang sudah mulai turun,” kata Rebiyo kepada wartawan, Senin (18/12/2023).
Dia menjelaskan, untuk Tingkat petani, harga cabai rawit sempat menembus Rp80.000 per kilogram. Adapun empat hari lalu, ia memetik dan memasarkannya di kisaran Rp60.000 per kilogram. “Sekarang baru memetik lagi dan belum menjual lagi. Tapi, harapannya harga tidak sampai anjlok karena bisa membuat petani merugi,” katanya.
Rebi menjelaskan, untuk sekali panen bisa memetik cabai seberat 15-30 kilogram. Ia tidak menampik, naiknya harga di pasaran menjadi berkah bagi para petani. “Bisa mendapatkan untung dari menanam cabai. Ini sudah memetik lebih dari 20 kali dalam kurun waktu empat bulan terakhir,” katanya.
Meski harga jual masih tinggi, ia tidak menampik komoditas cabai sangat fluktuatif. Oleh karenanya, dia berharap penurunan tidak sampai membuat harga menjadi anjlok. “Pernah hanya dihargai Rp10.000 per kilogram. Jelas, kalau anjlok petani tidak mendapatkan hasil,” katanya.
Menurut dia, harga ideal cabai sesuai dengan di pasaran di kisaran Rp30.000-40.000 per kilonya. “Ya kalau sekarang masih tinggi. Tapi harapannya bisa stabil sehingga tidak ada yang merasa dirugikan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Muji Sumarto. Menurut dia, budidaya cabai sangat terpengaruh dengan cuaca. Di saat kemarau Panjang, maka tanaman bisa tumbuh dengan baik dan tidak terserang hama.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Harga Cabai di Bantul Capai Rp90 Ribu per Kilogram
Kondisi berbeda saat sering hujan akan berpengaruh terhadap tanaman karena ancaman hama patek semakin tinggi. “Kalau terserang patek, cabainya akan membusuk sehingga tidak bisa dijual,” katanya.
Ia mengaku beruntung, ancaman patek belum massif sehingga petani tetap mendapatkan hasil. Terlebih lagi, harga jual saat sekarang juga masih tinggi. “Hujannya belum merata. Jadi, masih ada hasilnya. Tapi, kalau sudah benar-benar hujan, maka pemeliharaan tanaman cabai akan lebih sulit lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman Rabu, 28 Oktober 2026, di MPP dan Satpas, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIM Keliling, serta syaratnya.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 28 Oktober 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.