Festival Dalang Cilik Kulonprogo Jadi Ajang Regenerasi Seniman Wayang
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Ilustrasi KTP penghayat kepercayaan./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo mencatat sampai saat ini belum ada warga yang mengganti kolom agama menjadi kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa (YME). Padahal, sudah sejak beberapa tahun silam penghayat kepercayaan bisa mengganti kolom agama baik di KTP maupun KK menjadi kepercayaan kepada Tuhan YME.
Disdukcapil Kulonprogo berkomitmen melayani bila ada warga yang hendak menggantinya. Pelayanan untuk perubahan di kolom agama baik untuk KTP dan KK gratis. "Pelayanan kami tidak diskriminatif sehingga bisa dilakukan perubahan itu. Tetapi memang sejauh ini sampai sekarang belum ada warga Kulonprogo yang mengubahnya," ujar Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Aspiyah Bachrun, Jumat (1/8/2025).
BACA JUGA: Nasib Pekerja Mebel yang Belum Digaji di Sewon Jadi Perhatian DPRD Bantul
Ia memastikan sosialisasi perubahan kolom agama di KTP dan KK sudah sering dilakukan. Baik sosialisasi sendiri ataupun bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo juga sudah dilakukan dengan khusus menyasar kepada penghayat kepercayaan di bumi Binangun. Namun, tetap saja para penganut kepercayaan belum berminat ganti KK dan KTP di kolom agama menjadi kepercayaan kepada Tuhan YME.
"Mereka masih nyaman dengan kolom agama yang sudah tertera apapun agamanya meskipun peribadatannya dengan kepercayaan kepada Tuhan YME," imbuh Aspiyah.
Menurutnya, perubahan itu menjadi hak masing-masing individu. Disdukcapil Kulonprogo tidak bisa memaksakan kepada para penghayat kepercayaan untuk mengubah kolom agama di identitas KTP maupun KK miliknya.
Aspiyah menegaskan, instansi akan menerima dengan tangan terbuka bagi warga Kulonprogo yang ingin berganti data pada elemen agama menjadi penghayat kepercayaan. Format tersebut pun Disdukcapil Kulonprogo sudah menyesuaikan. "Kami tidak bisa memaksa untuk diubah, tetapi yang jelas ketika ada yang meminta diubah data agamanya sangat boleh, tidak ada diskriminasi," ujarnya.
Aspiyah mengungkapkan, selama ini pelayanan kependudukan di Kulonprogo tidak rumit selama mengetahui persyaratan yang dibutuhkan. Menurutnya, hanya perlu syarat KK dan KTP asli kalau yang terpenting. Lebih bagus lagi ketika ada bukti tentang penganut kepercayaan dilampirkan dalam persyaratan.
"Jika tidak ada bukti penganut kepercayaan cukup pengakuan di surat pernyataan dan isi formulir perubahan data," katanya.
Aspiyah tidak mengetahui secara pasti penyebab masih enggannya penganut kepercayaan mengubah kolom agama di identitas. Dia menyadari, untuk pengubahan tersebut membutuhkan pertimbangan yang matang.
Lantaran nanti akan ada sangkut pautnya dengan kehidupan sehari-hari. "Padahal tidak sedikit penganut kepercayaan di Kulonprogo," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Tumpukan sampah memenuhi DAM Winongo di Bantul usai hujan deras di hulu Sleman dan sempat menghambat irigasi sawah warga.
Tur reuni Oasis membuat kekayaan Noel dan Liam Gallagher melonjak hingga Rp7,6 triliun dan masuk daftar musisi terkaya Inggris.
Aturan terbaru PPPK mengubah skema karier ASN kontrak, mulai dari pensiun, kenaikan gaji berkala, hingga peluang jabatan tinggi.
Kunjungan wisata TNGM naik 21% sepanjang awal 2026. Kalitalang dan Plunyon jadi lokasi favorit wisatawan dan pecinta trail run.
Arsenal makin dekat juara Liga Inggris usai menang atas Burnley. Kini Manchester City wajib menang agar persaingan gelar tetap hidup.