Sleman Jadi Percontohan, Jip Merapi Terapkan KTA dan Barcode
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memberikan insentif kepada 1.290 ustaz dan ustazah di Bumi Handayani. Pemberian insentif dengan total mencapai Rp258 juta itu secara simbolis dilakukan di Joglo Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Senin (18/12/2023).
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan penerima insentif tersebut berasal dari taman pendidikan Al-Qur'an (TPA) se-Gunungkidul.
"Kami memberikan apresiasi atas jerih payah untuk pengabdian yang telah memberikan kontribusi nyata dalam memberantas buta baca tulis Al-Qur'an," kata Sunaryanta dalam sambutannya di Taman Budaya Gunungkidul, Senin (18/12/2023).
Sunaryanta mengaku insentif tersebut bersumber dari APBD 2023 melalui DPA Sekretariat Daerah Gunungkidul sebesar Rp258 juta.
BACA JUGA: Polri Buru Penyebar Hoaks Ustaz Abdul Somad Ditangkap
Menurut dia, peran ustaz dan ustazah dalam memberikan pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an diharapkan dapat menjadi penguatan moral khususnya anak anak umur dibawah 17 tahun.
Dia menambahkan acara tersebut juga sebagai ruang mempererat tali silaturahmi antara Ustadz dan Ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur'an dengan Pemkab Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata jip Merapi Sleman kini gunakan barcode dan KTA. Sistem ini tingkatkan keamanan, transparansi, dan layanan wisata.
Yamaha resmi mengakhiri kerja sama dengan Fabio Quartararo dan Alex Rins di MotoGP 2026 sebagai bagian dari perombakan tim.
Prediksi ekonom Jerman Joachim Klement tentang Brasil tersingkir gagal total! Neymar sindir: "Coba lagi di Piala Dunia berikutnya." Brasil lolos ke 16 besar!
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Komisi D DPRD DIY membuka peluang kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi untuk menyusun konsep Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang lebih kuat.
Janice Tjen lolos ke babak kedua Wimbledon 2026 usai kalahkan unggulan ke-22 Leylah Fernandez. Ia akan hadapi Daria Kasatkina dan berduet dengan Aldila Sutjiadi