Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Korban Tewas Naik Jadi 13 Orang
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, BANTUL—Penyerapan pupuk bersubsidi di Bantul saat ini telah mencapai 75 persen. Mundurnya masa tanam padi menjadi salah satu penyebab rendahnya penyerapan pupuk.
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Panganan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto, mengungkapkan per 4 Desember 2023, realisasi pupuk bersubsidi berdasarkan mereknya yakni Urea sebesar 68% dan NPK sebesar 87%.
"Pada 2023, Bantul mendapatkan alokasi sebesar 8.675 ton dan baru terserap sebanyak 5.895 ton. Sedangkan NPK dari alokasi sebanyak 5.875 ton pada 2023, terserap sebesar 5.103 ton. Ini sampai 4 Desember 2023," katanya, Selasa (19/12/2023).
Menurut Arifin, rendahnya penyerapan pupuk bersubsidi ini tidak lepas dari banyaknya petani yang belum memiliki Kartu Tani atau sudah memiliki Kartu Tani tapi tidak bisa digunakan. Selain itu, ada beberapa bank tang yang tidak langsung merespons untuk pelayanan Kartu Tani.
"Dari total 44 kios yang ada di Bantul, ada juga beberapa kios tidak mau melayani pengambilan manual, padahal pengambilan manual diperbolehkan selama belum memegang Kartu Tani," katanya.
Selain itu, kata Arifin, rendahnya serapan pupuk subsidi juga dikarenakan faktor eksternal, yakni mundurnya masa tanam karena El Nino. Sebab, jika musim tanam sudah mulai, dipastikan banyak petani yang akan mengambil pupuk subsidi. "Stok saat ini masih banyak. Karena kan musim tanam mengalami kemunduran," jelasnya.
BACA JUGA: Mobil Tabrak Rumah di Pakualaman Jogja, Satu Penumpang Meninggal
Menurut Arifin, jika dibandingkan tahun lalu, serapan pupuk bersubsidi tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Hal ini karena pada tahun lalu tidak ada fenomena El Nino, sehingga capaian serapan pupuk subsidi lebih besar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan saat ini banyak petani di Bantul yang sudah mulai mengolah lahan pertanian. Sehingga para petani sudah siap melakukan masa tanamnya saat hujan tiba.
Kondisi ini pun disikapi oleh DKPP Bantul dengan melakukan sosialisasi dan imbauan ke petani agar segera menebus pupuk bersubsidi di kios terdekat. Joko berharap para petani untuk mengakses dulu pupuk bersubsidi walaupun belum digunakan untuk menanam. "Pupuk tersebut bisa disimpan untuk dipakai saat hendak menanam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.