BEDAH BUKU: Warga Diajak Kelola Sampah Jadi Sumber Penghasilan
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saar menyerahkan bantuan program perbaikan RTLH. /Istimewa.
GUNUNGKIDUL—Dalam memenuhi pelayanan kebutuhan air minum masyarakat, Pemkab Gunungkidul terus berupaya melakukan pembangunan dan perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui sumber pendanaan yang ada.
Beberapa program peningkatan layanan penyediaan air minum dari Pemerintah Pusat yang diikuti dan dilaksanakan oleh Pemkab Gunungkidul tahun ini adalah Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan (HAMP), serta pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Tak hanya itu, SPAM Berbasis masyarakat pun telah dibangun di 18 titik yang tersebar di beberapa kapanewon. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko menyampaikan, "Anggaran proyek ini bersumber dari APBD 2023 sebesar Rp1.568.500.000,"
BACA JUGA : Bupati Gunungkidul Imbau Masyarakat Tidak Berlebihan dalam Merayakan Tahun Baru
Dia mengatakan, output dari pelaksanaan proyek swakelola masyarakat tersebut menghasilkan 754 unit sambungan rumah (SR). Adapun, pekerjaan dimulai sejak Juni 2023 dan selesai pada November 2023. “Nantinya pengelolaan diserahkan kepada masyarakat,” kata Irawan.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berharap masyarakat yang menerima program SPAM tersebut dapat memanfaatkannya dengan baik. Termasuk pula pengelolaanya pun harus terbuka. Bupati juga berharap fasilitas yang telah diberikan dijaga dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Selain itu, sebagai salah satu perusahaan umum milik daerah yang memiliki otoritas dalam penyediaan air minum untuk masyarakat, PDAM Tirta Handayani juga terus berupaya dan berkomitmen dalam memajukan serta menyejahterakan masyarakat Bumi Handayani melalui ketersediaan air bersih secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Untuk memberikan pelayanan air bersih yang maksimal, melalui upaya dan peran serta Pemkab Gunungkidul, PDAM Tirta Handayani pada tahun ini sedang melakukan program pembangunan. Di antaranya adalah optimalisasi sungai bawah tanah Ngobaran. Dengan kapasitas debit sungai 700 liter per detik, saat ini pemanfaatannya baru sekitar 90 liter per detik.
Dengan rencana penambahan 100 liter per detik diharapkan mampu memaksimalkan pelayanan di zona selatan dan barat sekaligus mampu mengurangi dampak kekeringan saat kemarau panjang.
Sementara untuk mengatasi kekeruhan di musim hujan, PDAM Tirta Handayani sedang melakukan pembangunan Water Treatment Plan yang berada di Seropan. Dengan pembangunan instalasi penjernihan kapasitas 100 liter per detik, dan total kapasitas 190 liter per detik, kekeruhan air saat musim hujan di Gunungkidul diharapkan dapat teratasi.
Tak hanya itu, dalam rangka menyukseskan program pemerintah melalui program Hibah Air Minum, pada 2023, PDAM Tirta Handayani telah memasang 1.690 SR di empat cabang pelayanan dengan total pelanggan terpasang 60.553 SR.
Sementara terkait dengan kebutuhan tempat tinggal, pemkab juga terus berupaya menggalakkan pengentasan rumah tidak layak huni (RTLH), khususnya melalui APBD Murni Gunungkidul 2023.
Hal ini sebagai tindak lanjut dari SK Bupati Gunungkidul No. 125/KPTS/2021 tentang Penetapan Lokasi RTLH Kabupaten Gunungkidul yang menyatakan masih ada 21.758 unit RTLH di Bumi Handayani. Tahun ini, melalui DPUPRKP Gunungkidul telah dialokasikan anggaran Bantuan Sosial Perbaikan RTLH untuk 348 penerima atau By Name By Address (BNBA). Begitu pula dengan nasib masyarakat
terdampak bencana alam, Pemkab juga telah melaksanakan sejumlah program. Di Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin, pemkab merelokasi rumah warga korban bencana tanah longsor serta membangun selter.
Adapun, jumlah penerima sebanyak 12 BNBA yakni enam BNBA untuk bantuan pembangunan baru relokasi dan enam BNBA untuk bantuan rehab, dengan besaran total mencapai Rp480 juta. Rinciannya, masing-masing penerima adalah sebesar Rp50 juta untuk pembangunan baru dan Rp30 juta untuk rehab.
Pemkab Gunungkidul juga memperhatikan peningkatan pelayanan sektor lain. Di sektor pendidikan dan kesehatan, Pemkab membangun gedung laboratorium kesehatan, gedung rawat inap di RSUD Saptosari maupun pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah.
Sementara di sektor pariwista, dari tahun ke tahun perkembangan pariwisata Gunungkidul semakin meningkat, PariwisataGunungkidul semakin dikenal masyarakat luas. Hal ini bisa dilihat dari data kunjungan wisata selama 2022 tercatat ada 2 817.978 wisatawan yang datang. Sedangkan pada tahun ini, sejak Januari-November tercatat ada 2.962.184 wisatawan yang berkunjung.
Terkait dengan pariwisata, berbagai upaya telah dilakukan pemkab lewat pembangunan infrastruktur penunjang di antaranya area parkir di Kawasan Wisata Nglanggeran tahap I senilai Rp6,1 miliar; ruas jalan Tawang Ngalang; serta pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan dari Pemerintah Pusat yang saat ini sudah selesai dikerjakan. Hadirnya destinasi wisata buatan di Gunungkidul di antaranya Obelix Sea View ,Stone Valley, Jung Wok Blue Ocean, sebagai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mendatangkan investor.
Adapun, di sektor investasi, keanekaragaman sumber daya alam yang ada di Gunungkidul menjadikan pertimbangan penawaran kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul. Potensi unggulan yang bisa ditawarkan kepada investor di antaranya sektor pariwisata, pertanian dalam arti luas serta industri kecil.
Upaya untuk menarik minat investor menanamkan modal di Gunungkidul di antaranya diwujudkan dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana transportasi yang memadai berikut listrik serta kemudahan dalam mengurus perijinan dengan terdapatnya Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Investasi adalah salah satu yang menjadi visi misi pemerintah, termasuk di sektor pariwisata. Potensi investasi Gunungkidul sangat besar, termasuk di kawasan selatan. Berkembangnya investasi ini diharapkan menjadi kekuatan perekonomian yang mampu memberikan kesejahteraan, rasa keadilan, dan kemakmuran bagi masyarakat.
BACA JUGA : Bawaslu Gunungkidul Akui Kesulitan Awasi Politik Uang Memakai E-Money
Pada penghujung tahun ini, investasi di Gunungkidul telah melebihi target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp447 miliar. Sementara nilai investasi per 1 Januari-30 September 2023 adalah sebesar Rp451,4 miliar. Seiring dengan hal tersebut, angka kemiskinan di Gunungkidul pun menurun. Sesuai dengan data Badan pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Gunungkidul pada 2022 sebesar 15,86 % dan pada tahun ini turun menjadi 15,60%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.