Jelang Lawan Persik, PSS Sleman Siapkan Organisasi Permainan
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
Ilustrasi Posyandu./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Angka stunting atau tengkes di Sleman pada 2023 memang turun secara masif. Sayangnya, justru terjadi pergeseran titik stunting ke wilayah dengan ekonomi mampu.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menerangkan pada 2022, angka stunting di Sleman mencapai 6,88%. Sementara tahun ini angkanya turun 2,37% menjadi 4,51%.
Penurunan masif ini kata Cahya dipicu oleh penanganan stunting yang digarap bersama oleh lintas sektor. "Salah satunya karena program penurunan stunting ini digeropyok bersama-sama dengan OPD yang lain," kata Cahya dikutip pada Rabu (27/12/2023).
"Jadi kerja sama pentaheliks dari tim penurunan stunting tingkat kabupaten kemudian dadi masing-masing wilayah kalurahan ini bekerja bersama. OPD juga bekerja sama ingin mempercepat penurunan tadi," tegasnya.
Dalam penurunannya, Cahya mengungkapkan ada pergeseran area dengan kasus stunting tinggi di Sleman. Bila sebelumnya kasus stunting banyak ditemukan di Seyegan dan Minggir, petanya kini beralih ke Pakem dengan angka stunting yang masih tinggi.
"Yang masih tinggi daerah pakem. Bergeser, kalau dulu daerah Seyegan, Minggir sekarang bergeser ke Pakem," ungkapnya.
Terkait pegersesan kasus ini, Cahya menilai pola asuh dan pola makan yang kemungkinan menjadi sebab tingginya stunting di Pakem.
Pasalnya bila melihat latar belakangnya, seharusnya masyarakat di kawasan tersebut merupakan masyarakat dengan ekonomi mampu. "Mungkin karena pola asuh. Kalau mereka kan rata-rata mampu kalau di sana," ujarnya.
"Jadi pola asuhnya bagaimana memberikan pengertian kepada masyarakatnya, bagaimana memberikan gizi kepada anak anaknya itu yang perlu terus dilakukan KIE. Dilakukan preventif promotif supaya mereka nanti bisa memberikan asupan gizi yang baik kepada anaknya sehingga tidak stunting," tandasnya.
Meski memiliki taraf ekonomi mampu, bisa jadi cara menyusun pola makan masyarakat masih kurang. "Karena mungkin mereka sudah junk food, makanan-makanan cepat saji dan sebagainya yang akhirnya stunting," lanjutnya.
Kendati demikian Dinkes Sleman menargetkan penurunan angka stunting di 2024 ke angka dua persen. "Tahun depan kami harapkan akan turun seperti yang diinginkan Bupati turun ke dua persen," ungkapnya.
BACA JUGA: Skrining Stunting Sejak Dini, Posyandu Sleman Dibekali Antroprometri Kit
Pada tahun 2023 ini, upaya penurunan stunting juga diinisiasi Pemkab Sleman lewat bantuan Beras Fortifikasi Bagi Ibu Hamil.
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Wildan Solichin menjelaskan sasaran pemberian bantuan ini adalah 3000 ibu hamil di Sleman. Masing-masing ibu hamil mendapatkan alokasi 30 kilogram setiap orang. "Tujuan acara ini tentu menginformasikan dan mensosialisasikan manfaat beras fortifikasi dalam upaya percepatan penurunan stunting," kata Wildan.
Ribuan bantuan beras ini akan disalurkan kepada ibu hamil di berbagai wilayah Kabupaten Sleman. Cakupannya meliputi 86 Kalurahan se-Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mewaspadai kolektivitas dan pertahanan Persik Kediri yang baru kebobolan tiga gol dalam lima laga.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.