Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Kendaraan roda tiga pengangkut sampah yang diberikan oleh BOB kepada Kampung Wisata Prenggan di Balai Kota Jogja, Jumat (29/12) - Harianjogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Sebanyak 25 kampung wisata (kamwis) di Kota Jogja menerima alat pengolah sampah yang diberikan oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) di Balai Kota Jogja, Jumat (29/12/2023).
Bantuan yang diberikan terdiri dari satu unit mobil roda tiga pengangkut sampah yang diberikan kepada Kamwis Prenggan. Ada juga mesin pencacah sampah organik yang diberikan kepada Kamwis Sosromenduran, Cokrodiningratan, Dewobronto, dan Dipowinatan. Selain itu, kamwis lainnya turut menerima puluhan unit tempat sampah pilah.
BACA JUGA: Jogja Peringkat Pertama sebagai Kota Pilihan Berwisata, Belajar dan Menikmati Masa Tua
Pemberian alat pengolah sampah bagi kamwis ini merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkot Jogja dengan BOB dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Penjabat Wali Kota Singgih Raharjo menyebut pariwisata berkelanjutan bisa diwujudkan salah satunya dengan pengelolaan sampah yang baik.
"Semangatnya adalah bagaimana sampah bisa diselesaikan di kampung itu. Tidak perlu di eksport ke kampung yang lain," ujar Singgih saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (29/12/2023).
Singgih menambahkan, ke-25 kamwis ini sebelumnya telah menerima pendampingan oleh BOB terkait pengolahan sampah. Selanjutnya, 5 kamwis terbaik akan diajukan ke tingkat provinsi. Harapannya, akan ada perwakilan Kota Jogja yang berkompetisi pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tingkat Nasional.
"Pendampingan akan terus dilakukan, sehingga harapannya Kota Jogja menjadi tujuan favorit untuk dikunjungi," imbuhnya.
Direktur Utama BOB Agustin Peranginangin menuturkan pemberian alat pengolah sampah ini menjadi bentuk dukungannya untuk turut memajukan kamwis di Kota Jogja. Menurutnya, kamwis bisa menjadi alternatif pariwisata di Yogyakarta.
Apalagi, biasanya tiap kamwis punya keunggulan masing-masing Sehingga, destinasi wisata yang dituju di Kota Jogja tak hanya itu-itu saja. Dia berharap, ke depan akan ada perwakilan kamwis yang maju pada ajang ADWI tingkat Nasional.
"ADWI ini bukan tujuan, tapi salah satu alat ukur sejauh mana desa wisata sudah menjalankan kategori pariwisata berkelanjutan," katanya.
Ketua Kampung Wisata Prenggan Rr Wiwiek Ngesti. WD mengaku senang pihaknya mendapatkan satu unit mobil roda tiga pengangkut sampah. Kendaraan ini baginya sangat bermanfaat untuk memaksimalkan upaya pengolahan sampah di wilayahnya.
Selama ini, Wiwiek telah berupaya permasalahan sampah berhenti di tingkat rumah tangga. Ini juga dibantu oleh operasional bank sampah di wilayahnya.
"Sehingga, hanya sampah residu yang bisa benar-benar terbuang," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang