Panen Tembakau Dimulai, Petani Semin Nikmati Hasil Musim Kemarau
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Hariajogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman terus melakukan pendataan terhadap dampak hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/1/2024). Data sementara, dampak terparah terjadi di Kapanewon Minggir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan musibah di beberapa kapanewon mulai dari Depok, Godean, Moyudan, Seyegan hingga Minggir.
Mayoritas didominasi oleh angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, namun ada talut maupun pagar tempat pemakaman umum yang ambrol.
BACA JUGA: Gibran Soroti Penanggulangan TBC untuk Indonesia Emas
Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.00 WIB, embusan angin kencang paling parah terjadi di Kapanewon Minggir. Di Kalurahan Sendangsari tercatat 13 kejadian, delapan titik pohon tumbang mengenai rumah dan sisanya ada yang kena instalasi Listrik dan melintang di jalan.
Di Kalurahan Sendangagung ada 20 kejadian, terdiri dari pohon tumbang mengenai rumah sebanyak 15 titik. Kemudian ada satu titik yang mengenai kandang, dua mengenai tiang Listrik dan dua lainnya melintang di jalan.
Selanjutnya, kerusakan juga dilaporkan di Kalurahan Sedangmulyo ada tiga kejadian. Dua titik pohon tumbang mengenai rumah dan satu titik menutup akses jalan warga.
Di Kalurahan Sendangarum terdapat delapan kejadian. Rinciannya, tujuh rumah dilaporkan rusak dan satu jalan tertutup karena tertimpa pohon tumbang.
Di Kalurahan Sedangrejo angin kencang menyebabkan sepuluh pohon di Jalan Gedongan-Tempel di Surodanan tumbang sehingga akses menjadi terhambat. Selain itu, juga dua pohon tumbang di Sungingan yang melintang di jalan. Satu rumah di Timbulrejo juga dilaporkan rusak karena tertimpa pohon.
"Pendataan terus dilakukan hingga sekarang,” kata Bambang kepada wartawan, Kamis malam.
Menurut dia, selain di Kapanewon Minggir, kerusakan akibat pohon tumbang juga dilaporkan di Kapanewon Godean terdapat enam titik dan satu diantaranya mengenai rumah. Sedangkan sisanya ada yang mengenai tiang Listrik dan melintang di jalan.
Di Kapanewon Moyudan terdapat lima kejadian. Rinciannya, tiga titik pohon tumbang mengenai rumah, satu titik mengenai kandang kambing dan mengenai instalasi Listrik.
Adapun di Kapanewo Kalasan juga ada laporan pohon tumbang yang melintang di jalan. “Untuk penanganan di Kapanewon sebagai titik terparah sudah dibuka posko darurat dan dapur umum guna membantu masyarakat yang menjadi korban embusan angin kencang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Korea Utara menolak tuduhan ancaman siber dari AS dan menyebutnya sebagai propaganda untuk merusak citra Pyongyang.
BMKG menyebut El Nino 2026 telah masuk kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat, memicu kemarau lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Dinsos Bantul menargetkan 5.112 KPM PKH graduasi pada 2026 melalui pendampingan agar mampu mandiri dan tidak lagi bergantung pada bansos.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.