514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Ahmad Syauqi Soeratno bersama pengurus PWI DIY saat bersilaturahmi dengan pengurus PWI DIY di kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, Selasa (9/1/2024). Ist/pwidiy
Harianjogja.com, JOGJA—Demokrasi Indonesia harus terus dibangun agar lebih sehat, lebih akuntabel dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, baik di tingkat elit maupun akar rumput.
Calon Anggota DPD RI dapil DIY, Ahmad Syauqi Soeratno menilai salah satu institusi yang tepat untuk mengakselerasi proses dekokrasi yang sehat adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). "Maka saya penting untuk bertemu dengan teman-teman PWI DIY, untuk bersama-sama suatu hari kita rumuskan gagasan besar ini, khususnya dalam konteks dan kepentingan DIY di pentas politik nasional," kata Syauqi saat bersilaturahmi dengan pengurus PWI DIY di kantor PWI DIY, Jalan Gambiran 45 Yogyakarta, Selasa (9/1/2024).
Kedatangan Bendahara Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengatakan, dulu banyak pemikir-pemikir yang lahir dari Jogja yang kemudian memberikan kontribusi secara nasional. "Fakta juga menunjukkan bahwa di DIY harmonisasinya relatif bagus dan terkelola dengan baik. Konflik tidak harus muncul sebagai sebuah masalah tapi dikelola sebagai sebuah cara mengambil keputusan yang lebih elegan," ujarnya.
Syauqi meyakini, bahwa jurnalistik adalah salah satu bidang yang akan menjadi katalisator dari penyelesaian persoalan di masyarakat (akar rumput). Oleh karena itu, ia mengajak rekan-rekan media khususnya yang tergabung di PWI DIY untuk mulai merekam aspirasi di bawah.
"Ini dilakukan sebelum proses pemilihan (Pileg), agar clear. Si calon itu punya visi apa kalau jadi, dan clear juga harapan masyarakat sejak awal sudah dipahami oleh si calon. Jadi kalau nanti si calon betul-betul jadi, dia sudah ngeklik dan tinggal jalan. Nah tugas media mengawal dan memastikan proses transfer aspirasi dan feedback ke masyarakat bisa berjalan dengan baik," katanya.
Ketua PWI DIY Hudono mengatakan, PWI DIY terus menggerakkan, agar dinamika demokrasi ini dikawal secara betul-betul, sehingga bisa berjalan dengan dinamis dan sehat. Menurut Hudono, PWI merupakan rumah bersama untuk bertukar pikiran, gagasan, bahkan rekam jejak pun bisa ditelisik melalui PWI.
BACA JUGA: Bukan Bagi-Bagi Duit, Gibran Pilih Borong Produk Lokal UMKM
"Masyarakat berhak mendapatkan informasi secara akurat dan benar, termasuk visi misi para calon yang berkompetisi di Pemilu 2024, dan pers menyosialisasikannya, agar masyarakat tidak seperti memilih kucing dalam karung. Soal siapa yang nanti akan dipilih terserah masyarakat," katanya.
Menurut Hudono, wartawan/pers dan PWI DIY harus memberikan informasi secara benar tentang rekam jejak para calon peserta pemilu kepada masyarakat. Peran sentral PWI DIY ini merupakan bagian dari fungsi pers, yakni memberikan ruang bagi masyarakat untuk tahu tentang visi misi dan rekam jejak para calon. Selain itu pers juga harus melakukan kritik/kontrol sosial dan ada fungsi pendidikan di sini.
"Pers juga harus menjalankan fungsi pendidikan bagaimana mencerdaskan masyarakat yang belum tahu menjadi tahu sehingga mereka menjadi cerdas untuk memilih. Kita tidak mengarahkan memilih siapa, tapi menunjukkan ini lho faktanya seperti ini, rekam jejaknya seperti ini, lalu diserahkan ke masyarakat, karena masyarakat kita sudah dewasa memilih mana yang baik, berkualitas dan yang punya kapasitas," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.