Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Sejumlah peserta mengikuti kelas Inkubasi Literasi DPK Kota Jogja sebelumnya, beberapa waktu lalu./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Jogja kembali menggelar program inkubasi literasi. Bulan ini, program Inkubasi Literasi akan memberikan pelatihan pembuatan kreasi bunga kering.
Kepala DPK Kota Jogja, Afia Rosdiana, menjelaskan program tersebut merupakan kegiatan peningkatan keterampilan berbasis perpustakaan. Kali ini tema yang diangkat adalah kreasi bunga kering. Dipilihnya tema tersebut lantaran bunga adalah salah satu aksesoris yang dapat menambah keindahan dan keasrian ruangan.
"Akhir-akhir ini bunga kering yang diawetkan popularitasnya mengalami peningkatan, meski terkesan sederhana namun bunga kering dapat menjadi rangkaian yang dapat menambah estetik ruangan," ujarnya Rabu (10/1/2024).
Program tersebut selain dapat menambah pengetahuan tentang pemanfaatan potensi lingkungan, juga akan menambah keterampilan bagi peserta. Dengan demikian, bekal yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi lahan bisnis sehingga masyarakat menjadi lebih berdaya.
"Mereka nantinya akan diberi pelatihan bagaimana cara mengolah bunga kering tersebut menjadi hiasan, cinderamata, maupun benda-benda lainnya. Hasil dari kreativitas peserta ini dapat menjadi karya yang unik, elegan, dan memiliki nilai jual yang tinggi,"ungkapnya.
Baca Juga
Ini 2 Perpustakaan di Kota Jogja yang Buka 20 Jam Sehari
11 Perpustakaan Sekolah di Kota Jogja Jalani Akreditasi
Perpustakaan Kota Jogja Kembali Buka Layanan
Kegiatan ini dapat diikuti oleh masyarakat umum Kota Jogja dengan usia minimal 13 tahun dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) Perpustakaan Kota Jogja. “Peserta belum pernah mengikuti kelas inkubasi sebelumnya," jelasnya.
Dengan adanya program tersebut, ia berharap perpustakaan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, ruang belajar kontekstual, dan ruang berlatih keterampilan. “Jadi perpustakaan tidak hanya sebatas sebagai tempat untuk membaca atau memberikan layanan peminjaman buku,” katanya.
Penanggungjawab Inkubasi Literasi DPK Kota Jogja, Putri Ayu Supardi, menuturkan program ini akan dilaksanakan pada 12 dan 19 Januari 2024, pukul 13.00-14.30 WIB di Perpustakaan Kota Jogja, Jalan Suroto No. 9, Kotabaru.
"Tanggal 12 akan diberikan pelatihan teknik mengeringkan bunga dan pewarnaan bunga, dan akan kami beri contoh beberapa hasil kerajinan dari bunga kering. Sedangkan tanggal 19 akan diberi pelatihan membuat beberapa kreasi dari bunga kering bisa dalam bentuk hiasan dinding, hantaran pengantin, bando, dan sebagainya," kata dia.
Kuota pesertanya maksimal 10 orang dan pendaftaran akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi. Peserta juga diwajibkan membawa vas bunga atau botol kaca, serta gelas kaca. Jika belum bisa mengikuti kelas pada bulan ini, masyarakat masih bisa mengikuti di bulan lainnya.
"Tiap bulan temanya selalu berganti-ganti dan respon masyarakat sangat baik. Setiap bulannya pasti kuotanya terpenuhi, bahkan sampai melebihi dari jumlah kuotanya. Peserta pelatihan biasanya beragam, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, dan anak muda," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.