Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau Bangsal Pascapanen KWT Agung Rejeki. - Antara/ist-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bangunan Bangsal Pascapanen untuk pengolahan komoditas hortikultura di Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Gunungkidul kelar dibangun. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyerahkannya kepada Kelompok Wanita Tani Agung Rejeki Bedil Wetan di Rejosari.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Gunungkidul, mengatakan pemerintah bersama masyarakat terus bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan ketahanan ekonomi petani.
"Bangsal ini menjadi satu-satunya di Gunungkidul, jadi mohon dijaga dan dirawat, dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi," kata Sunaryanta saat meresmikan Bangsal Pascapanen KWT Agung Rejeki, Kamis (11/1/2024).
Ia mengatakan produk olahan hingga kemasan produk KWT Agung Rejeki sudah bagus, dan dengan izin pemasaran produk ke toko-toko besar. Ia berharap ke depan dapat dipasarkan sampai ke Swalayan, Tempat Wisata, bahkan luar Gunungkidul.
"Kemasannya sudah bagus, dan izin-izinnya juga sudah lengkap, harapan saya pemasarannya ini juga yang baik," kata Sunaryanta. Selain itu juga diserahkan alsintan kepada kelompok tani seperti hand sprayer, dan hand tractor.
Ketua KWT Agung Rejeki Bedil Wetan Ngatinem mengatakan bantuan bangsal pascapanen dimanfaatkan sebagai pengolahan hasil hortikultura agar dapat bernilai jual lebih tinggi.
"Produk hasil olahan kami sudah dipasarkan di swalayan dan toko oleh-oleh, dan juga kami jual secara daring," katanya.
Ia mengatakan kelompoknya terbantu berkat fasilitas alat yang diberikan, mempermudah dan mempercepat proses produksi.
BACA JUGA: Kebakaran di Umbulharjo, Rumah Warga Habis Terbakar Rata Dengan Tanah
"Produk unggulan kami adalah olahan pisang, selain itu juga kacang mete, biasanya kami sangrai kacang pakai pasir, sekarang ada mesin itu bisa sampai sepuluh kilo untuk sekali menggoreng," katanya.
Ngatinem juga mengatakan nilai total yang diterima KWT adalah Rp415 juta yang direalisasikan untuk pembangunan bangsal pascapanen dan pengadaan sarana prasarana pasca-panen dan pemasaran.
Lurah Rejosari Sunarto mewakili masyarakat Rejosari mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan, karena dengan bantuan tersebut dapat meningkatkan produktivitas UMKM lokal dalam memproduksi makanan olahan, utamanya KWT Agung Rejeki. "Mendapatkan bantuan rumah produksi yang representatif dapat bermanfaat untuk pengolahan produk," kata Sunarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu