100 Difabel Belajar Membatik, Jogja Bidik Sentra Batik Indonesia
100 difabel dari lima kabupaten/kota di DIY belajar membatik dengan pendampingan sebulan untuk membuka peluang berkarya dan mandiri.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, JOGJA—Desa wisata di DIY hingga kini belum pulih seperti kondisi pra pandemi meski peristiwanya sudah terjadi beberapa tahun lalu.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto menjelaskan belum pulihnya desa wisata disebabkan karena pola wisatawan yang berubah menjadi berbasis pengalaman.
Sehingga ada tuntutan dari ekspektasi wisatawan yang menjadi cukup tinggi. Kondisi ini belum bisa dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata.
BACA JUGA : Tahun 2024 Dispar Bantul Sasar Peningkatan Okupansi Homestay di Desa Wisata
"Sehingga masih banyak permasalahan internal desa wisata yang menyebabkan kurang maksimalnya produk dan pelayanan serta pemasaran desa wisata itu sendiri," paparnya, Jumat (12/01/2024).
Meski demikian ia berpandangan bahwa desa wisata dalam hal ini wisata dengan aktivitas pedesaan ke depan akan semakin diminati sebagai wisata alternatif. "Sarat akan edukasi dan eksperience based," katanya.
Dia bercerita pada September - November 2023 lalu GIPI DIY mendapatkan amanah dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY untuk mendampingi Desa Wisata Mandiri Krebet dan Wukirsari. Menurutnya metode yang digunakan GIPI DIY cukup berbeda dengan pendampingan yang selama ini dilakukan.
"Kami berikan pendampingan 8 kompetensi kebutuhan desa wisata agar lebih siap secara produk, SDM, dan pelayanan mendekati ekspektasi wisatawan, harapannya ini menjadi metode pendampingan kedepan untuk mengakselerasi perkembangan desa wisata kedepan," lanjutnya.
Ketua Forkom Desa Wisata DIY, Tri Harjono mengatakan meski secara umum belum pulih, tetapi ada beberapa desa wisata yang sudah bangkit lagi.
Tri menyebut upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan produk wisatanya sudah dijalankan, baik itu dilakukan sendiri oleh masing-masaing pengelola ataupun dengan adanya fasilitasi pihak lain. Seperti dengan pemerintah hingga kampus melalui program Merdeka Belajar di desa-desa.
"Mereka juga melakukan pendampingan di media promosi. Seiring meningkatkannya pemanfaatan teknologi informasi melalui media sosial, maka kreativitas penyedia jasa, khususnya pengelola desa wisata sangat menentukan sekali," ucapnya.
Aspek digitalisasi juga menjadi poin penting. Oleh sebab itu, promosi menjadi sebuah keharusan untuk dijalankan secara serius dan bertanggung jawab.
BACA JUGA : Diluluhlantakkan Pandemi, Desa Wisata DIY Belum Juga Pulih
Akan tetapi ada beberapa catatan dalam aspek promosi yang masih perlu diatasi pengelola wisata desa. Seperti minimnya content/story yang dapat disampaikan secara menarik bagi calon wisatawan. Belum maksimalnya pengelolaan media sosial untuk promosi desa wisata.
Pemanfaatan digital baru untuk ranah promosi belum digunakan pengembangan produk. Kendala lain terkait dengan pembuatan video profil, video promosi, hingga pemanfaatan media sosial seperti Tiktok.
"Masih terbatasnya penguasaan untuk berjejaring dengan media platform seperti Atourin yang mampu melakukan promosi secara online," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
100 difabel dari lima kabupaten/kota di DIY belajar membatik dengan pendampingan sebulan untuk membuka peluang berkarya dan mandiri.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.