Penataan Bantaran Sungai Kota Jogja Ditarget Tuntas 2029
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Wisatawan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul menyasar pemerataan tingkat hunian homestay di desa wisata Kabupaten Bantul 2024.
“Pengembangan ke depan kita menyasar desa wisata sampai hari ini beberapa desa wisata menyebutkan progresnya sangat baik, baik itu kunjungan wisata maupun transaksinya relatif mampu mendukung perekonomian di masyarakat,” kata Kepala Dispar Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Senin (8/1/2024).
Dia menyampaikan pihaknya akan melakukan peningkatan klasifikasi atau standardisasi homestay dengan menyasar wisatawan domestik dan mancanegara. Menurut Kwintarto beberapa homestay saat ini mulai menjadi pilihan menginap bagi wisatawan di Bantul. Dia pun berharap minat wisatawan menginap di homestay dapat meningkat pada 2024.
“Sehingga [wisatawan] menginapanya tidak hanya di hotel, tetapi juga di desa wisata. Yang akan ditata dan dipromosikan secara baik,” ujarnya.
Baca Juga
Kehabisan Kamar Hotel saat Libur Nataru, Ratusan Kamar Homestay di Bantul Siap Menampung
Sebaran Belum Merata, Kualitas dan Kuantitas Homestay di Bantul Perlu Ditingkatkan
Libur Panjang, Ini 3 Penginapan di Bawah Rp200.000 Dekat Malioboro
Sementara Heny, Forkom Homestay Bantul menyampaikan saat ini belum seluruh desa wisata di Bantul memiliki homestay. Sementara beberapa homestay yang ada sebagian telah siap menerima wisatawan yang menginap dan sebagian lainnya masih dalam tahap penyiapan.
“[Homestay desa wisata] yang aktif dan tidak itu nanti dibedakan, ada yang masih embrio, ada yang sudah maju, sangat maju, ini selalu dimotivasi oleh Dispar [Bantul],” ujarnya.
Dia menyampaikan selama ini Dispar Bantul pun telah memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengelola homestay di Bantul. Selain itu, menurut dia, beberapa homestay di Bantul saat ini tengah dipersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi housekeeping serta menjadi bagian dalam Indonesia Homestay Association (IHSA). Dengan begitu, dia berharap kualitas homestay di Bantul dapat meningkat dan menarik wisatawan untuk menginap.
“Homestay harus bisa menerima tamu dan menjelaskan kearifan lokal yang ada. SDM yang ada di homestay harus memiliki pengetahuan kepariwisataan. Dia sebagai front office dan pemandu, harus dibekali dengan ilmu kepariwisataan dan tata cara penerimaan tamu,” ujarnya.
Dia berharap homestay di Bantul dapat menerapkan sapta pesona untuk dapat menarik minat wisatawan menginap di sana.
Menurut dia selama ini beberapa homestay pun telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi pendidikan sehingga saat libur sekolah atau musim karya wisatawan beberapa homestay tersebut kebanjiran pelanggan. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Sebanyak 80 siswa SD di sekitar Bandara YIA diajak mengenal dunia penerbangan dan aktivitas kebandarudaraan melalui program TJSL.
Juru Bicara OIKN Troy Harold Yohanes Pantouw meninggal dunia pada usia 58 tahun di IKN, Kalimantan Timur.
Kasus suap Rejang Lebong berkembang ke Kota Bengkulu. KPK menemukan uang tunai Rp4 miliar saat menggeledah rumah pejabat Pemkot Bengkulu.
LeBron James bergabung dengan Philadelphia 76ers dan menargetkan membawa klub tersebut meraih gelar juara NBA kelima dalam kariernya.
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.