Materi Pencegahan Perilaku Berisiko Dinilai Harus Humanis
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Ilustrasi homestay di Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menyiapkan beberapa homestay di desa wisata yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bantul selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo menyampaikan ada sekitar 600 kamar yang tersedia di homestay yang ada di sejumlah Desa Wisata di Bantul.
Dia menyampaikan homestay dapat menjadi pilihan bagi wisatawan apabila sudah kehabisan kamar hotel. “Biasanya kalau libur Nataru, Lebaran, hotel di DIY, termasuk di Bantul full. Nah banyak yang mencari homestay,” ujarnya, Selasa (19/12/2023).
Dia menuturkan Dispar Bantul sebelumnya telah meminta pengelola Desa Wisata untuk bersiap menyambut wisatawan selama momen libur Nataru.
Beberapa homestay yang telah siap menerima wisatawan selama Nataru antara lain Desa Wisata Krebet.
Dia menyampaikan selama menginap di homestay desa wisata, wisatawan dapat menikmati juga beberapa paket wisata yang ditawarkan desa wisata tersebut. Dengan begitu, potensi wisata yang ada di setiap desa wisata juga dapat dikenalkan kepada wisatawan.
Dia pun meminta pengelola homestay dapat memberikan amenities terbaik bagi wisatawan. Selain itu pengelola homestay juga perlu memastikan kebersihan dan keamanan homestay-nya sehingga wisatawan dapat merasa nyaman menginap disana.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bantul, Yohanes Hendra menuturkan jumlah kamar hotel di Bantul cukup terbatas.
Untuk hotel bintang 4 di Bantul yaitu Ros In Hotel Yogyakarta ada sekitar 80 kamar, sementaraan untuk Grand Rohan ada sekitar 185 kamar, sementara hotel nonbintang ada sekitar 800 kamar.
Sementara per 17 Desember 2023 reservasi untuk libur Nataru sejak tanggal 25 Desember 2023 rata-rata telah menyentuh angka 80%.
Sementara okupansi hotel di Bantul untuk periode 30-31 Desember 2023, sebagian hotel telah full booked. “Target okupansi hotel sekitar 80-85 persen [selama Nataru],” katanya.
Dia menyampaikan apabila hotel berbintang di Bantul telah penuh, maka wisatawasan biasanya akan menyasar beberapa hotel nonbintang di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dewan Pendidikan Kota Jogja meminta materi pencegahan perilaku berisiko disampaikan secara humanis dan tidak diskriminatif.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.