Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul memiliki banyak destinasi wisata, namun jumlah akomodasi hotelnya masih terbatas. Mensiasati hal ini, Pemkab Bantul mendorong masyarakat mengembangkan homestay sebagai sarana akomodasi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menjelaskan homestay di Bantul khususnya di lokasi desa wisata sebarannya belum merata. “Di Tembi yang terdaftar ada 63 homestay. Mangunan ada 32 homestay. Di tempat lain seperti Wukirsari baru 17,” ujarnya, Selasa (5/12/2023).
Beberapa desa wisata yang belum memiliki banyak homestay memang bisa memfasilitasi akomodasi untuk wisatawan dengan skala kecil. Namun jika wisatawan yang berkelompok yang mencapai 50 orang, di beberapa tempat belum mencukupi.
BACA JUGA: Bantul Gandeng Sejumah Kampus untuk Tingkatkan Kualitas Desa Wisata
“Seperti kemaren grup dari kantor lebih dari 50 orang datang ke Mangunan. Akhirnya homestay-nya gabung dengan yang di Muntuk. Termasuk di Wukirsari, karena area terdekatnya di situ. Ini yang kita lakukan karena wisata itu borderless,” katanya.
Ia mencatat di sleuruh Bantul homestay yang telah terdaftar ada sebanyak 306 homestay dengan kapasitas 1.051 kamar. “Secara kuratif kurang-lebih 60 sampai 70 persen layak untuk dikunjungi tamu internasional. Cukup layak dari aspek terutama bersih,” paparnya.
Aspek kebersihan ini indikasinya tidak becek, tidak berbau, tidak ada binatang yang tidak dikehendaki seperti lalat, tikus, kecoa. Meski demikian, dari jumlah tersebut, yang telah mengikuti program sertifikasi masih sangat kecil, yakni di bawah 100 homestay.
“Karena untuk sertifikasi biasanya kami ada program dari kementerian dan provinsi. Kalau Bantul sendiri pasti pakai DAK [Dana Alokasi Khusus], dan tidak setiap tahun ada sertifikasi. Tapi ketika ada pasti kami lakukan,” ungkapnya.
Dari sisi wisatawan juga didorong untuk mennginap di homestay, untuk mendapatkan pengalaman sosial dan budaya melalui interaksi dengan masyarakat sekitar. Hal ini sesuai dengan pengembangan aspek pariwisata berbasis budaya Bantul Bumi Mataram.
BACA JUGA: Stok Pangan Jelang Nataru di Bantul Aman Meski Harga Masih Tinggi
Adapun dari segi okupansi, sebarannya juga belum merata. Untuk homestay tertentu seperti di Tembi, Mangunan dan beberapa lainnya okupansinya bagus. Sayangnya, sebagian besar tingkat okupansinya masih di bawah 40%.
“Memang masih ada homestay yang lakunya sebulan tiga-lima kali, tapi ada juga homestay yang lakunya sudah di atas 15 kali dalam satu bulan. Harapannya nanti lebih banyak wisatawan yang menginap di homestay,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.