Festival Prawirotaman 2026 Jadi Panggung Desainer dan Pembatik Muda
Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik
Pengurus KID DIY berfoto bersama dalam kunjungan ke kantor Harian Jogja, Senin (15/1/2024). /Istimewa.
JOGJA—Komisi Informasi Daerah (KID) DIY berkomitmen memberikan pendampingan kepada badan publik agar lebih terbuka dengan informasi. Terbaru, KID meningkatkan jumlah sasaran pendampingan dari sebelumnya hanya 300 badan publik kini menjadi 1.097 badan publik seluruh DIY.
Peningkatan tanggungjawab pendampingan itu sejalan dengan telah diberlakukannya Perda DIY No.1/2022 tentang keterbukaan informasi publik (KIP). Selain itu dengan tetap mengacu pada Peraturan Komisi Informasi No. 1 Tahun 2022 Tentang Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik.
BACA JUGA : 5 Orang Ditetapkan sebagai Calon Anggota KID DIY 2023-2027
Ketua KID DIY Erniati menjelaskan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, KID berusaha untuk memastikan badan publik agar memberikan layanan informasi kepada masyarakat melalui monitoring dan evaluasi. Pada periode saat ini lembaganya berusaha menghitung ulang jumlah badan publik di DIY yang harus didampingi seiring dengan terbitnya Perda No.1.2022. Salah satunya menyasar kalurahan yang juga masuk dalam rekap tugas tanggungjawab KID untuk memberikan pendampingan.
"Setelah menyesuaikan dengan sejumlah aturan, saat ini ada 1.089 badan publik di DIY yang harus kami dampingi. Saat ini sudah berjalan 300 badan publik," katanya dalam kunjungan pengurus KID DIY periode 2023-2027 ke Kantor Harian Jogja, Senin (15/1/2024).
Ia mengatakan selama ini, baru sepertiga dari total badan publik telah didampingi KID. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, KID berusaha menjangkau semua badan publik tak terkecuali di wilayah kalurahan memberikan informasi kepada masyarakat scara maksimal.
"Agar semua bisa terjangkau, kami mencoba menyusun kinerja yang lebih efektif. Kami tidak bisa bekerja sendiri tetapi juga butuh kerja sama dengan banyak pihak termasuk media massa," katanya.
Koordinator Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KID DIY Wawan Budiyanto menambahkan salah satu arahan Gubernur DIY saat pelantikan Komisioner KID DIY yaitu terkait peran KID membantu mensukseskan Pemilu 2024. Ia sudah bekerja sama dengan Bawaslu dan KPU DIY selaku penyelenggara Pemilu agar lebih melakukan tindakan preventif dengan memberikan informasi secara maksimal kepada masyarakat terkait kontestan pemilu.
BACA JUGA : Tim Seleksi KID DIY Umumkan Hasil Wawancara Calon Anggota, Berikut Ini Daftarnya
"Mengapa kami cawe cawe, karena ini harapan dari Ngarso Dalem [Gubernur DIY] ketika melantik kami, beliau titip pesan agar KID berkontribusi terhadap pemilu agar transparan akuntabel dan adil prosesnya. Berjalan luber dan jurdil. Ini bukan mudah kami berupaya memberikan catatan, ketika ada keterbukaan informasi kami mendorong agar penyelenggaraan pemilu akuntabel," ujarnya.
Oleh karena itu KID mendorong penyelenggara Pemilu agar masyarakat bisa mendapatkan akses informasi sehingga punya bekal cukup ketika akan memberikan hak pilih. Penyelenggara untuk memberikan informasi seluas-luasnya sehingga bisa menjadi referensi untuk menggunakan hak pilih.
"Terkait beberapa catatan yang kami sampaikan satu hal yang menarik yaitu jelang kampanye rapat umum, harapannya nanti penyelenggar pemilu bisa memberikan informasi menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak harus disampaikan ke publik. Ketika sudah ada jadwalnya rapat umum harapannya secara cepat dipublikasikan supaya masyarakat tahu bahwa di sini akan dihadiri ribuan orang sehingga orang tidak berkepentingan bisa menghindarinya," ujarnya.
Selain Erniati dan Wawan Budiyanto kunjungan komisioner KID DIY jua diikuti Koordinator Bidang Advokasi, Sosialisasi dan Edukasi KID DIY Akhmad Nasir, Koordinator Bidang Kelembagaan KID DIY Aswino Wardhana dan Wakil Ketua KID DIY Bayu Februarino Putro serta sejumlah perwakilan sekretariat KID DIY. Para pengurus KID DIY ini diterima oleh Wakil Pemimpin Redaksi Harian Jogja Nugroho Nurcahyo dan GM Pemasaran Sri Pujiningsih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Prawirotaman 2026 menjadi ruang bagi desainer dan pembatik muda Jogja untuk menunjukkan karya mereka kepada publik
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap fitur mobil yang jarang digunakan. Bluetooth justru menjadi teknologi yang paling sering dipakai.
Acer Medical melihat Indonesia sebagai pasar potensial teknologi kesehatan AI untuk memperluas akses layanan, terutama di wilayah terpencil.
Pemkot Jogja memperkuat kewaspadaan warga melalui pos kamling sekaligus mendorong gotong royong, UMKM, dan pengelolaan sampah.
DMI menyerukan umat Islam menggelar shalat Istisqa hingga awal September di tengah kemarau panjang, kekeringan, dan karhutla.
Kebakaran Kampung Adat Sade merusak 89 rumah. LHSS meminta mitigasi dan perlindungan kawasan warisan budaya NTB dievaluasi.