Nelayan Bantul Kembali Melaut, Gelombang 4 Meter Mengintai
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Ilustrasi Hotel Top Malioboro./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Polemik kasus dugaan penipuan investasi antara pemegang saham mayoritas PT GMS dengan salah satu direksinya yang berinisial K terus berlanjut. Aset K yang dijadikan tukar guling dalam skema pembelian saham perusahaan yakni hotel Top Malioboro pun dipertanyakan kepemilikannya.
Kasus yang bermula dari pembelian 24 lembar saham PT GMS oleh direktur utamanya K itu berbuntut panjang. Versi pelapor, K hanya mampu membayar satu lembar saham yang dibelinya melalui bilyet giro atau cek. Di tengah jalan, skema pembayaran diubah dengan tukar guling hotel Top Malioboro untuk sisa saham lainnya.
Kuasa hukum PT GMS yang diduga menjadi korban penipuan investasi, Julius Rutumalessy mengatakan pihaknya mempertanyakan status kepemilikan hotel Top Malioboro yang dalam kasus ini masih menjadi polemik. Sepengetahuannya proses tukar guling hotel itu tidak dinotarilkan sehingga masih atas nama perusahaan K yang lain yakni PT MPM.
“Bank Bukopin harus segera memberi kejelasan hal tersebut. Ini salah satu tanggung jawab lembaga perbankan yang dipercaya nasabah. Tanggung jawab ntuk memberikan iklim investasi yang aman. Saya pikir ini juga bentuk menjaga reputasi lembaga bank itu sendiri," kata Julius, Selasa (16/1/2024).
Oleh karena itu, Julius meminta pihak bank untuk membuka informasi kepada publik perihal kepemilikan sah dari hotel yang tengah berpolemik itu. Apakah benar telah menjadi aset atau atas nama PT GMS atau masih kepemilikan dari K. "Kami mempertanyakan posisi atau peranan bank hak tanggungan. Siapa pemilik sebenarnya hotel Top Malioboro, waktunya Bank Kb Bukopin bersuara," ujarnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Kb Bukopin Cabang Jogja belum dapat memberikan pernyataan. Saat ditemui sejumlah wartawan, seorang petugas kantor cabang setempat menyatakan bahwa pimpinan bank sedang tidak di lokasi lantaran ada agenda penting.
BACA JUGA: Dilaporkan ke Polisi Dugaan Penipuan Investasi, Ini Komentar Mantan Bos PSS Sleman
Sebelumnya, pemegang saham mayoritas PT GMS melaporkan eks pemilik PSS Sleman K yang juga direktur utama perusahaan tersebut atas dugaan penipuan investasi properti. Dugaan penipuan itu bermula saat K yang kini juga menjadi pemilik dari Persiba Bantul itu membeli 24 lembar saham PT GMS dengan harga per lembar Rp1,160 miliar dengan pembayaran melalui bilyet giro atau cek.
Dalam perjalanannya, cek yang bisa dicairkan hanya satu lembar dan kemudian. Menurut terlapor, tanpa sepengetahuan pemegang saham mayoritas dan transaksi dilakukan di bawah tangan tanpa dinotarilkan, skema pembayaran diubah. K membayar sisa 23 lembar saham dengan aset hotel Top Malioboro yang tengah diagunkan ke Bank Bukopin Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.