Ada Beasiswa Bagi Perempuan Peneliti hingga Rp30 Juta, Ini Tujuannya
D-STAR 2026 dari Darya-Varia hadirkan beasiswa hingga Rp30 juta untuk perempuan peneliti. Dorong inovasi kesehatan dan riset berbasis AI di Indonesia.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul, berencana menerapkan teknologi terbaru untuk meminimalisasi polusi atau cemaran lingkungan dalam pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Dingkikan, Kelurahan Argodadi, yang dibangun pada 2024.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa (16/1/2024), mengatakan, pemerintah daerah tidak mungkin menjadikan TPST di wilayah Argodadi sebagai tempat pembuangan sampah yang kemudian kotor, dan menimbulkan dampak-dampak lingkungan yang tidak sehat.
"Itu tidak mungkin kita lakukan, sehingga kita pasti akan menerapkan teknologi terbaru dalam operasional TPST Dingkikan, yang mana polusi itu bisa minimalkan," kata Bupati usai menerima audiensi dengan warga Dingkikan Argodadi terkait pembangunan TPST tersebut.
Pihaknya tidak menjelaskan detail teknologi yang diterapkan dalam pengelolaan TPST di Dingkikan, amun dipastikan bukan seperti di TPST Piyungan yang menerapkan sistem sanitary landfill, atau pengelolaan di mana sampah ditimbun pada lokasi yang cekung.
"Dengan demikian maka tidak akan terjadi penumpukan sampah, karena bukan tempat pembuangan sampah, dan saya kira tidak ada pemerintah daerah yang hari ini menggunakan sistem sanitary landfill, itu sudah ketinggalan zaman," katanya.
BACA JUGA: Badai Anggrek Mengintai, Warga DIY Diminta Waspada hingga 19 Januari
Bupati juga mengatakan, pengelolaan TPST Dingkikan yang dibangun pada 2024 ini pun nantinya sepenuhnya murni di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan hasil dari olahan sampah plastik akan diangkut ke Cilacap Jawa Tengah untuk produksi semen.
"Kalau TPST Dingkikan ini murni dari pemda, cuma RDF (refuse derived fuel) yang ke diangkut ke Cilacap diangkut, jadi yang non-organik terutama plastik akan kita bikin RDF sebagai bahan bakar industri semen, pengganti batu bara," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan sementara untuk masyarakat di sekitar TPST juga akan mendapat kompensasi kompensasi berupa pembangunan infrastruktur perdesaan, dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat.
"Seperti pembangunan RTLH (rumah tidak layak huni), pembangunan sarana prasarana publik, sekolah kemudian tempat ibadah dan beberapa yang dibutuhkan, dan ini memang arahan dari Gubernur DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
D-STAR 2026 dari Darya-Varia hadirkan beasiswa hingga Rp30 juta untuk perempuan peneliti. Dorong inovasi kesehatan dan riset berbasis AI di Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.