Daftar Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Cek Gaji dan Tunjangannya
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Kondisi sampah kiriman di Pantai Baru, Sabtu (20/1/2024) pagi/ Ist
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah DIY sebagai dampak Siklon Tropis Anggrek dua hari terakhir tidak hanya membuat puluhan pohon di Bumi Projotamansari tumbang. Namun juga berdampak kepada peningkatan volume sampah kiriman di Pantai Selatan Bantul.
Koordinator UPK Samas-Pandansimo, Suta Akhir mengatakan, sampah kiriman sungai yang berhulu dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja, mulai memenuhi sejumlah pantai di Pantai Selatan Bantul. Sampah tersebut mulai terlihat di Pantai Parangtritis sampai Pandansimo, pada Sabtu (20/1/2024) pagi.
"Khusus untuk Pantai Samas hingga Pandansimo menjadi wilayah kerja kami, ada sekitar 10 ton jika dikumpulkan. Sampah itu kebanyakan berupa ranting, daun dan sampah plastik," kata Suta kepada Harianjogja, Sabtu (20/1/2024).
BACA JUGA: Begini Cara Mitigasi Dampak Siklon Tropis Anggrek Menurut Pakar Iklim UGM
Menurut Suta, dibutuhkan waktu cukup lama untuk membersihkan sampah tersebut. Sebab, sampah kiriman tersebut hampir semuanya dalam kondisi basah. Sementara, saat ini kondisi di kawasan Pantai Selatan juga sedang tidak bersahabat, karena sering turun hujan.
"Saat ini sedang hujan. Terpaksa kami harus berhenti mengumpulkan sampahnya dan berteduh. Padahal jumlah petugas kami sangat terbatas, karena hanya ada 10 pekerja. Jadi sebisanya akan kami ambil nanti. Nanti, sore kami akan kembali melakukan pembersihan," lanjut Suta.
Lebih lanjut Suta mengungkapkan, karena kondisi sampah yang diambil dalam kondisi basah, maka pihaknya akan mengangkut sampah tersebut ke dekat muara Pantai Samas. Sampah itu akan ditunggu sampai kering baru setelah itu akan dibakar. "Jika tidak bisa dipindah di Gua Cemara dan nantinya akan diambil oleh petugas dari DLH," ucap Suta.
Saat hujan deras, dia mengaku kewalahan dalam membersihkan sampah akibat sampah tersebut merupakan kiriman dari hulu. Belum lagi ditambah dengan derasnya aliran air dan peningkatan debit air yang membuat penanganan tidak dapat segera dilakukan.
BACA JUGA: Bantah Sejumlah Menteri Mundur, Jokowi: Namanya Aja Tahun Politik
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, LB3, dan Peningkatan Kapasitas DLH Bantul Rudy Suharta mengakui jika persoalan sampah kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja melalui muara sungai sulit untuk dikendalikan. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah kiriman tersebut.
Oleh karena itu, Rudy berharap hujan dengan intensitas tinggi tidak terus terjadi, karena akan berdampak pada volume sampah kiriman yang memenuhi muara sungai dan pantai di Bantul.
"Kami sekarang hanya bisa mengimbau dan berharap agar komunitas peduli sampah bisa bergerak bersama masyarakat untuk memilah sampah yang ada," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKN memastikan seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Lulusan berpeluang langsung menjadi CPNS dengan gaji pokok hingga Rp4,5 juta dan tunjangan kinerja
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.