Harga RAM DDR5 di Jepang Tembus Rp59 Juta, Naik 761 Persen
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Jajaran Polres Bantul mengingatkan masyarakat agar tidak lengah memantau anak di tengah air yang meluap akibat hujan.
Imbauan ini menyusul tenggelamnya seorang bocah di Argosari, Sedayu, Bantul saat bermain di Sungai Konteng.
“Masyarakat harus tetap waspada. Jangan sampai anak-anaknya lepas dari pantauan. Karena kadang-kadang anak sering bermain,” kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana dalam keterangan tertulis, Senin (22/1/2024).
Selain itu, dia juga mengingatkan supaya aktifitas masyarakat di pinggiran sungai dikurangi.
“Kegiatan rutinitas di air harus dikurangi. Jangan memaksakan ketika air sedang meluap, karena aliran sungai bisa menjadi sangat deras,” sarannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang anak berinisial FE, 13, warga Gamping, Sleman, dikabarkan hanyut saat bermain di sungai Konteng di Dusun Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/1/2024). Saat itu korban sedang bermain di sungai Konteng bersama lima temannya.
"Saat itu ada yang mandi di sungai," kata Jeffry.
BACA JUGA: Anak Terseret Arus di Kali Konteng Ditemukan Meninggal Dunia
BACA JUGA: Anak 13 Tahun Tenggelam saat Mandi di Kali Koteng Sedayu, Sore Ini Masih Dicari
Saat terjadi banjir di sungai itu, imbas dari hujan deras, korban bersama satu temannya yang berinisial I (13) pun terhanyut. Seorang teman mereka, AK (13) sempat berusaha menyelamatkan kedua korban.
"Saksi 2 (AK) mencoba menyelamatkan korban dengan berpegangan akar, namun tidak kuat dan akhirnya terbawa arus hingga tidak terlihat," ujar Jeffry.
Tak jauh dari lokasi mereka mandi atau sekitar 50 meter, ada seorang saksi berinisial TB (49) yang sedang memancing. Saat melihat ada seorang anak hanyut, TB langsung memberi pertolongan.
"Melihat ada yang terbawa arus, kemudian saksi 3 (TB) menyelamatkan saksi 1 (I) dan berhasil diselamatkan," ucap Jeffry.
"Setelah diselamatkan, anak-anak tersebut terus pulang dan memberitahukan kepada orang tuanya dan tidak memberitahukan kepada saksi 3 (TB) bahwa masih ada yang terbawa arus," sambung Jeffry.
Saat kejadian itu dilaporkan ke kepolisian, baru terungkap bahwa masih ada satu korban yang hanyut dan belum ditemukan.
Polres Bantul kemudian menghubungi Basarnas, relawan, serta Sar Polairud Polda DIY untuk mencari korban. Korban akhirnya berhasil ditemukan tim gabungan pada hari Senin (22/1/2024) sekitar pukul 06.15 WIB dalam keadaan telah meninggal dunia.
“Ditemukan sekitar 2 km dari lokasi korban tenggelam,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
MA membatalkan konferensi pers putusan kasasi perkara suket ijazah SMA Gibran karena belum menerima salinan putusan nomor 742 K/TUN/2026.
Kecelakaan lalu lintas di Kulon Progo turun 44,4% pada pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Polisi mencatat 15 kejadian.
DPRD DIY mengusulkan pembentukan BUMD khusus pengelola aset daerah untuk meningkatkan PAD di tengah keterbatasan fiskal.
EHEF 2026 menghadirkan 90 kampus Eropa dari 14 negara di UGM pada 4 November. Pengunjung bisa mencari informasi kuliah dan beasiswa gratis.
Inflasi DIY Oktober 2026 mencapai 0,27%. Harga cabai merah, tomat, beras, hingga biaya perguruan tinggi menjadi penyumbang utama.