Laba Anjlok 90 Persen, Subaru Hentikan Proyek EV Internal
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Jajaran Polres Bantul mengingatkan masyarakat agar tidak lengah memantau anak di tengah air yang meluap akibat hujan.
Imbauan ini menyusul tenggelamnya seorang bocah di Argosari, Sedayu, Bantul saat bermain di Sungai Konteng.
“Masyarakat harus tetap waspada. Jangan sampai anak-anaknya lepas dari pantauan. Karena kadang-kadang anak sering bermain,” kata Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana dalam keterangan tertulis, Senin (22/1/2024).
Selain itu, dia juga mengingatkan supaya aktifitas masyarakat di pinggiran sungai dikurangi.
“Kegiatan rutinitas di air harus dikurangi. Jangan memaksakan ketika air sedang meluap, karena aliran sungai bisa menjadi sangat deras,” sarannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang anak berinisial FE, 13, warga Gamping, Sleman, dikabarkan hanyut saat bermain di sungai Konteng di Dusun Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/1/2024). Saat itu korban sedang bermain di sungai Konteng bersama lima temannya.
"Saat itu ada yang mandi di sungai," kata Jeffry.
BACA JUGA: Anak Terseret Arus di Kali Konteng Ditemukan Meninggal Dunia
BACA JUGA: Anak 13 Tahun Tenggelam saat Mandi di Kali Koteng Sedayu, Sore Ini Masih Dicari
Saat terjadi banjir di sungai itu, imbas dari hujan deras, korban bersama satu temannya yang berinisial I (13) pun terhanyut. Seorang teman mereka, AK (13) sempat berusaha menyelamatkan kedua korban.
"Saksi 2 (AK) mencoba menyelamatkan korban dengan berpegangan akar, namun tidak kuat dan akhirnya terbawa arus hingga tidak terlihat," ujar Jeffry.
Tak jauh dari lokasi mereka mandi atau sekitar 50 meter, ada seorang saksi berinisial TB (49) yang sedang memancing. Saat melihat ada seorang anak hanyut, TB langsung memberi pertolongan.
"Melihat ada yang terbawa arus, kemudian saksi 3 (TB) menyelamatkan saksi 1 (I) dan berhasil diselamatkan," ucap Jeffry.
"Setelah diselamatkan, anak-anak tersebut terus pulang dan memberitahukan kepada orang tuanya dan tidak memberitahukan kepada saksi 3 (TB) bahwa masih ada yang terbawa arus," sambung Jeffry.
Saat kejadian itu dilaporkan ke kepolisian, baru terungkap bahwa masih ada satu korban yang hanyut dan belum ditemukan.
Polres Bantul kemudian menghubungi Basarnas, relawan, serta Sar Polairud Polda DIY untuk mencari korban. Korban akhirnya berhasil ditemukan tim gabungan pada hari Senin (22/1/2024) sekitar pukul 06.15 WIB dalam keadaan telah meninggal dunia.
“Ditemukan sekitar 2 km dari lokasi korban tenggelam,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.