Bahaya OOT Mengintai Remaja Jogja, BPOM Ungkap Fakta Mengerikan
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul menyiapkan anggaran ratusan juta untuk mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lewat koneksi internet. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas jaringan Fiber Optic (FO) dan wifi publik di beberapa lokasi.
Pemkab Bantul mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul sekitar Rp824 juta untuk penyediaan jaringan FO dan Dana Keistimewaan (Danais) Rp170 juta untuk penambahan wifi publik di 2024.
BACA JUGA : Lebih dari 700 Produk UMKM Lokal Padati Area Komersial Bandara YIA
Subkoordinator Kelompok Substansi Infrastruktur Teknologi Informasi Pemerintah Diskominfo Bantul, Machmud Murdiyanto menyampaikan penambahan fasilitas FO dan wifi publik dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama pelaku UMKM yang ada di Bantul.
“Penyediaan jaringan FO dan wifi publik sangat berdampak bagi UMKM, literasi digital bisa terlaksana dengan adanya pembangunan infrastruktur jaringan internet,” katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (23/1/2024).
Menurut Machmud saat ini jaringan FO belum ada di setiap kalurahan. Diskominfo Bantul pun berupaya memperluas jaringan FO agar dapat diakses di setiap kalurahan.
“Pembangunan FO untuk meneruskan backbone kami dan menyambungkan beberapa kalurahan yang masih menggunakan radio link,” katanya.
Saat ini wifi publik telah ada di beberapa lokasi yang menjadi sentral pemasaran pelaku UMKM. Saat ini wifi publik telah ada di 6 lokasi yaitu di Pasar Seni Gabusan (PSG), Lapangan Paseban, Taman Milenial, Taman Adipura, Joglo Parangtritis, dan Lapangan Trirenggo. Dia menyampaikan keenam lokasi tersebut dinilai potensial untuk menjadi lokasi bagi pemasaran produk UMKM, sehingga Pemkab Bantul menyediakan wifi publik di lokasi tersebut.
“Sebagai salah satu manfaatnya adalah ketika para pelaku usaha di UMKM mampu untuk memanfaatkan ruang digital yang menyediakan fasilitas dan alat untuk menghubungkan pengguna dengan informasi, layanan, atau aktivitas bisnis,” ujarnya.
Selain itu, di tingkat kalurahan menurut Machmud beberapa wifi publik juga ada di tingkat kapanewon dan kalurahan terutama di sentra UMKM. Menurut dia keberadaan wifi publik akan mendukung pula pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis dan produknya.
“Banyaknya platform online yang dengan berbagai kemudahan dan daya tarik layanan ada tentunya akan menjadikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memilih dan menentukan,” katanya.
Dengan begitu menurutnya dapat mendukung pengembangan UMKM di Bantul. Penambahan jaringan FO dan wifi publik masih dalam proses perencanaan. Sehingga dia belum dapat memastikan berapa jumlah jaringan FO dan wifi publik yang akan ditambah tahun 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.