Industri hingga UMKM Siap Sambut Wajib Halal Oktober 2026
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan saat Matahari tenggelam di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tahun ini fokus pada program penataan kawasan pantai selatan, khususnya Pantai Glagah untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di wilayah itu.
Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan strategi pengembangan kawasan Pantai Glagah, sesuai dengan Perda Nomer 2 Tahun 2021 memuat tentang upaya mengembangkan kawasan wisata pantai berbasis kuliner tepi laut dan surga makanan hasil laut di Pantai Glagah.
"Kami fokus pada program penataan kawasan pantai selatan hingga pemetaan potensi wisata," kata Ni Made, Selasa (23/1/2024)
Ia mengatakan pengembangan kawasan pantai selatan, dimulai dari mengembangkan kawasan konservasi mangrove di Pantai Congot dan Pantai Jangkaran, mengembangkan kawasan ekowisata dan konservasi mangrove di Pantai Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu, mengembangkan event budaya setempat sebagai daya tarik wisata.
BACA JUGA: 3 Objek Wisata Alam Eksotis di Kulonprogo
"Kami mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penunjang pariwisata," katanya.
Sementara itu, Kepala Dispar Kulonprogo Joko Mursito mengatakan target perolehan PAD wisata 2024 Kulon Progo ditetapkan sebesar Rp8,6 miliar. Adapun targetnya mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding sebelumnya.
Pada 2023, PAD wisata Kulonprogo ditargetkan sebesar Rp5,198 miliar dengan realisasi Rp5,587 miliar. Sementara di 2022, PAD wisata ditargetkan sebesar Rp5,129 miliar dan realisasi Rp5,131 miliar.
"Penentuan target didasarkan pada adanya tarif retribusi baru yang sudah ditetapkan lewat Peraturan Daerah (Perda). Tarif retribusi yang sebelumnya Rp6 ribu naik menjadi Rp10 ribu per orang, di mana sudah termasuk asuransi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.