DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Arsip-Sejumlah wisatawan berada di bibir Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Minggu (2/1/2022). - Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo diminta untuk mengubah Pantai Congot dan Glagah menjadi wisata unggulan sejalan dengan adanya rencana wisata kuliner malam di Plasa Kuliner Glagah. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo, Muhtarom, di Kulonprogo, Minggu (26/5/2024).
Ia mengatakan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan berdirinya banyaknya hotel akan mendukung wisata Glagah dan Congot. Menurut dia, pemkab bisa meniru Kota Madiun dengan wisata malam, yang dihiasi lampu warna warni dan terang benderang.
"Ini juga bisa ditiru di area Plasa Kuliner Glagah sampai Congot, sepanjang tidak mengganggu penerbangan," kata Muhtarom.
Menurut dia, kawasan Glagah dan Congot diberi lampu yang terang benderang dan warna warni akan terlihat menarik kalau dilihat dari bandara sehingga akan menimbulkan penasaran yang akhirnya akan berkunjung.
"Hal yang tidak kalah pentingnya adalah jalan masuk Glagah bisa dilebarkan dalam rangka menunjang wisata tersebut," katanya.
Di samping itu, lanjut Muhtarom, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo dapat berkolaborasi membuat sawah surjan, yang sudah ditetapkan menjadi aset budaya agar bisa menarik wisatawan, khususnya untuk wisata edukasi.
Di samping itu, Dinas Pertanian dan Pangan untuk bisa membuat percontohan kebun buah masyarakat di sekitar Bandara YIA bekerja sama dengan kalurahan dan mengoptimalkan kelompok yang sudah ada.
"Ini tantangan yang perlu diseriusi dan digarap dengan baik, tidak sekadar bangga sawah surjan menjadi aset budaya, tanpa ada nilai tambah bagi pemilik/penggarap dan masyarakat sekitarnya," katanya.
BACA JUGA: Dorong Kreasi Menu Baru Khas Kulonprogo, Dispar Gelar Menoreh Food Festival
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito sangat setuju dengan pengembangan Pantai Glagah dan Congot. Hal itu sesuai dengan perintah Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat kunjungan kerja ke Kulonprogo beberapa waktu lalu.
"Kami sepakat dan kami siap," katanya.
Ia mengatakan Plaza Kuliner Glagah adalah kompensasi adanya pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta.
Di sana, ada dua blok, yakni blok khusus kuliner dan blok suvenir. Pelaku ekonomi di kawasan Pantai Glagah diberi ruang melakukan kegiatan ekonomi dengan kuliner dan suvenir.
"Plaza Kuliner Glagah dirancang untuk berkelanjutan dan jauh-jauh hari," katanya.
Joko juga mengatakan pengembangan Glagah dan Congot terkendala anggaran mengingat keterbatasan APBD Kulon Progo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.