11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo ditemui usai menghadiri kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Alun-alun Wates pada Minggu (28/1/2024).Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Calon presiden (capres) nomor urut tiga Ganjar Pranowo mengaku sudah siap untuk menyongsong Debat Pilpres terakhir yang bakal digelar pada Minggu (2/4/2024) mendatang.
Debat Pilpres terakhir akan mengusung tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. Dalam debat itu Ganjar berencana menceritakan pengalamannya sebagai Gubernur selama 10 tahun yang berkaitan dengan tema yang diusung.
"Insyaallah sudah siap besok kan cerita kesra, cerita pendidikan kalau tidak salah, mungkin kita akan atau saya, kami akan bercerita tentang pengalaman 10 tahun menjadi Gubernur," kata Ganjar pada Minggu (28/1/2024) seusai menghadiri kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Kulonprogo.
Dengan bekal pengalamannya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dua periode tersebut, Ganjar ingin berdebat dengan basis bukti. Bukti itu yang ingin dia sampaikan kepada masyarakat.
Alih-alih hanya sekadar hal yang bersifat konseptual, Ganjar Ingin menyajikan bukti praktiknya di lapangan. "Sehingga ada evidence based, ada bukti, basis bukti yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Sehingga konseptualisasinya ada, praktiknya ada," ungkapnya.
Baca Juga
Isu Kandang Banteng Jebol, Ganjar Pranowo: Semua Sudah Bergerak
Kampanye di Wates Kulonprogo, Ganjar Pranowo Sebut Tidak Dikuntit
Kampanye di Alun-Alun Wates, Ganjar Pranowo: Tidak Ada yang Ditinggalkan
Bukti itu lanjut Ganjar akan menjadi modal baginya untuk meyakinkan publik. Tidak sekadar bicara namun bisa menyajikan buktinya. "Sehingga itu akan memberikan bukti untuk meyakinkan publik,"
"Kita tidak hanya sekadar bicara, kita bisa menyampaikan [bukti] itu dan semuanya mesti jelas sehingga rakyat bisa melihat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.