Mbah Rabikem 40 Tahun Merawat Jenang Upih Khas Sleman
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Calon Presiden, Ganjar Pranowo yang menghadiri langsung kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Alun-alun Wates pada Minggu (28/1/2024)/Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Calon Presiden, Ganjar Pranowo yang menghadiri langsung kampanye akbar Ganjar-Mahfud bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta di Alun-alun Wates sempat menyinggung soal kesejahteraan kelompok disabilitas.
Dia menyampaikan sejumlah gagasannya mengenai kesejahteraan kaum disabilitas bila terpilih sebagai presiden.
Menurut Ganjar, secara konsep maupun teori hal tersebut tidak terlalu sulit. Konsepnya dalam perencanaan pembangunan kata Ganjar, tidak ada masyarakat yang ditinggalkan.
"Sebenarnya konsep dan teorinya tidak terlalu sulit. Cerita merencanakan pembangunan dengan No One Left Behind tidak ada yang ditinggalkan termasuk dari kelompok masyarakat penyandang disabilitas," ungkap Ganjar, Minggu (28/1/2024).
Ganjar melanjutkan bila ia diajari jika pemerintah mesti arif untuk menyejahterakan kelompok disabilitas. Menurutnya harus ada tindakan khusus yang tidak bisa disamakan dengan yang lainnya.
BACA JUGA: Puluhan Calon Pekerja Migran Ilegal Dideportasi via YIA Kulonprogo, Begini Modusnya
"Maka perlu mendapat perlakuan khusus, apakah itu akses di dalam mereka bertransportasi, mengevakuasi diri, apalah kemudian akses pada pendidikan, keterampilan, pengembangan diri termasuk akses pada permodalan," ungkapnya.
Beberapa aspek itu yang bakal menjadi perhatian Ganjar dan rekan penyandang disabilitas. "Inilah yang menjadi perhatian kita dan kawan-kawan dari penyandang disabilitas mereka menyampaikan kepada saya atas masukan itu. Masih banyak yang harus dikoreksi," katanya.
Dalam kampanye tersebut sempat menyapa penyandang disabilitas tuna rungu yang ikut hadir dalam acara bertajuk Hajatan Rakyat Jogjakarta tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
TNBTS menutup akses wisata Gunung Bromo melalui Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro akibat kebakaran hutan di Blok Bantengan.
Atlet muda sepatu roda Indonesia meraih satu emas dan satu perunggu pada Saitama Inline Freestyle Asia Cup 2026 di Jepang.
Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera menyebut laga melawan Aston Villa bersama Indonesia All Stars menjadi salah satu momen terbaik dalam kariernya.
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro hadir dengan desain serba hitam, fitur keselamatan baru, teknologi SHVS, dan dibanderol Rp333,8 juta.
Top Ten News Harianjogja.com 4 Agustus 2026 memuat berita kemarau, pendidikan, bansos beras, KAI, Timnas Indonesia, hingga fenomena langit.