India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Risiko Penipuan
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Ilustrasi aktivitas di Pasar Piyungan./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul akan mengajukan pembangunan dua pasar tradisional menggunakan Dana Alokasi Khusus kepada Pemerintah Pusat.
Kedua pasar itu, masing-masing adalah Pasar Mangiran (Kapanewon Srandakan) dan Pasar Piyungan (Kapanewon Piyungan). Pengusulan itu dilakukan lantaran Pemkab Bantul menilai kedua pasar tradisional itu memiliki lokasi dan peran yang strategis serta berpotensi untuk dikembangkan.
“Sebelumnya, Pak Bupati [Abdul Halim Muslih] sudah memerintahkan kami untuk mengajukan proposal DAK ke Pusat guna pembangunan dua pasar tersebut. Akan kami ajukan, proposal sudah kami buat, kira-kira akan kami sampaikan ke Jakarta minggu depan,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Agus Sulistyana, Rabu (31/1/2024).
Pembangunan kedua pasar itu, kata Agus, masing-masing diperkirakan memerlukan anggaran sebesar Rp14 miliar.
Itulah sebabnya, dia menegaskan mustahil jika pendanaan pembangunan itu bersumber dari APBD Bantul. Apalagi, saat ini anggaran di jawatannya pun sangat terbatas. “Oleh karena itu kami ajukan pakai DAK. Untuk 2024, ada revisi anggaran cukup besar di tempat kami, sehingga tahun ini tidak ada pembangunan pasar, hanya sebatas pemeliharaan semisal untuk pasar bocor karena hujan,” kata Agus.
“Lagipula, kedua pasar itu kan letaknya di jalur potensial. Kedua pasar juga akan menjadi semacam transit. Pasar Mangiran ada di jalur menuju YIA, sedangkan Pasar Piyungan ada di jalur menuju Wonosari. Nanti tentunya harus ada bangunan kios oleh-oleh, dan juga tempat parkir yang memadai.”
BACA JUGA: Tahun 2024, Empat Pasar Tradisional di Bantul Direnovasi, Ini Lokasinya
Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Aryunadi mengapresiasi langkah Pemkab Bantul yang telah berjuang agar dua pasar tradisional tersebut bisa dibangun menggunakan DAK.
“Sebab, dua pasar tersebut memang terletak di jalur strategis dan potensial. Untuk itu kami apresiasi langkah Pemkab. Semoga pengajuan bisa disetujui pemerintah pusat,” ucap politisi PDIP ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.