6 Sekolah Rusak di Bantul Diperbaiki dengan Anggaran BTT

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 01 Februari 2024 19:57 WIB
6 Sekolah Rusak di Bantul Diperbaiki dengan Anggaran BTT

Petugas mengevakuasi ruang SDN Terban pada Jumat (19/1/2024). Istimewa Polres Bantul\r\n\r\n

Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bantul akan benahi 6 sekolah yang rusak di Bantul menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2024. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menuturkan ada 6 sekolah yang menjadi prioritas dalam perbaikan tahun 2024. Sekolah-sekolah yang akan dilakukan renovasi tahun 2024 yaitu SDN Terban, SDN Kembangan, SMPN 3 Pandak, SDN Gunturan, SMP N 1 Dlingo, dan TK Aba Dlingo. 

Dia menyampaikan dari beberapa sekolah tersebut, SDN Terban kondisinya paling parah. Pasca runtuhnya plafon ruang kelas VI, saat ini telah seluruh plafon yang berpotensi mengalami kondisi serupa telah diruntuhkan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi serupa. 

 “Kalau hujan terus dan trocoh kemudian airnya masuk, beban plafon semakin berat. Karena paku-pakunya sudah aus sebenarnya, itu nanti bisa beresiko ambrol juga,” ujarnya katanya, Kamis (1/2/2024). 

Kemudian langkah antisipasi runtuhnya plafon sekolah juga dilakukan pada SDN Kembangan, Sumbermulyo, Bambangliputo. Di sekolah tersebut ada dua ruang yang plafonnya diruntuhkan. 

BACA JUGA: Tahun Ini Ada 19 SD Negeri di Bantul yang Direnovasi

Kemudian beberapa sekolah lain saat ini menurut Isdarmoko masih dalam tahap asesmen oleh BPBD Bantul. Untuk penanganannya, menurut Isdarmoko akan dialokasikan dengan BTT Tahun 2024. 

“Kita tunggu tindak lanjutnya [asesmen], ada sekolah yang kita ajukan tahun 2025. Ternyata belum sampai [2025], sudah ambruk. Kita ajukan BTT nanti,” katanya. 

Disdikpora Kabupaten Bantul telah mengajukan perbaikan SDN Terban tahun 2025, beberapa waktu lalu plafon sekolah tersebut runtuh. Sehingga, Disdikpora Bantul akan penanganan sekolah tersebut dan beberapa sekolah lain akan dilakukan menggunakan BTT Tahun 2024. 

Meski begitu, menurut Isdarmoko alokasi anggaran yang akan dikucurkan untuk penanganan beberapa sekolah tersebut masih belum diputuskan lantaran proses asesmen masih dilakukan. 

“Jumlah sekolah sudah kami hitung dan kerjasama dengan validasi atau asesmen dari BPBD dan Dinas PU,” imbuhnya. (Stefani Yulinriani)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online