Dukung Pengembangan SDM Kesehatan, Tiga Lulusan Bidan UNISA Yogyakarta Raih Beasiswa
Di tengah prosesi pelantikan 667 lulusan tenaga kesehatan profesional tersebut, UNISA Yogyakarta secara resmi menyerahkan Beasiswa Alumni kepada tiga bidan terb
Suasana sosialisasi nilai-nilai keistimewaan DIY di Sukoreno, Sentolo pada Kamis (1/2/2024)./Istimewa -- Dinpar DIY
KULONPROGO—Menjadi daerah dengan salah satu tujuan wisatawan, DIY dikunjungi jutaan wisatawan tiap tahunnya. Agar pelancong yang datang memahami seluk beluk istimewanya DIY, para pelaku wisata di Kulonprogo digarda terdepan dibekali nilai-nilai keistimewaan DIY.
Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinpar DIY, Erni Srijarwati Harahap mengungkapkan agenda sosialisasi nilai-nilai keistimewaan DIY ini telah digelar 60 titik sejak 2023. Sasarannya sama, para pelaku wisata yang tersebar di beragam destinasi di DIY.
BACA JUGA: Aktivitas Merapi Masih Tinggi, Sepekan Luncurkan 143 Guguran Lava
Bukan tanpa alasan Dinpar menggelar sosialisasi yang menyasar para pelaku wisata ini. Sebagai elemen terdepan dan terdekat dengan para wisatawan, pelaku wisata diharapkan bisa mengenalkan nilai-nilai keistimewaan DIY kepada wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi nilai-nilai keistimewaan ini pelaku wisata dapat menerima tamu atau menerima kunjungan wisata dari dalam maupun luar negeri sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya yang hidup di DIY," terang Erni pada Kamis (1/2/2024) di Sukoreno, Sentolo.
Tak hanya di Sukoreno, kegiatan syarat manfaat ini juga dilakukan di Banjaroyo, Kalibawang, Banjarasri, Kalibawang, Purwosari, Girimulyo dan Tuksono, Sentolo. Sasarannya sama, para pelaku wisata agar memiliki bekal pengetahuan nilai-nilai keistimewaan DIY yang bisa disampaikan kepada para pelancong.
Sosialisasi nilai-nilai keistimewaan ini menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Indonesia. Staf Biro diklat HPI DIY, Isnani Fajri menilai nilai-nilai keistimewaan DIY ini penting diketahui dan dipahami oleh pelaku wisata. Fajri meyakini sebenarnya banyak pelaku wisata yang telah mengimplementasikan keistimewaan DIY itu sendiri. Hanya saja mungkin dalam penyampaiannya saat ditanya oleh pelancong belum bisa menjelaskan secara luwes.
"Nilai-nilai keistimewaan ini sangat penting dikuasai masyarakat. Tidak hanya diketahui tapi juga sebetulnya pada dasarnya masyarakat sudah mengimplementasikan tapi tidak bisa memberikan atau membagikan informasi tersebut kepada pengunjung," ungkapnya.
Pesan edukasi yang didorong pada aspek budaya dari masyarakat itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan memberikan catatan kepada pelaku wisata tentang apa saja yang bisa disampaikan kepada pengunjung tentang nilai-nilai keistimewaan DIY.
"Maka Kegiatan ini untuk memberikan note atau catatan-catatan bagi masyarakat dan pelaku itu bisa mentransfer pada siapapun yang ia temui ketika dia berkunjung di DIY," lanjutnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di tengah prosesi pelantikan 667 lulusan tenaga kesehatan profesional tersebut, UNISA Yogyakarta secara resmi menyerahkan Beasiswa Alumni kepada tiga bidan terb
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.