Kena Prank, Timnas Malaysia Sempat Merayakan Selebrasi Lolos Final FIFA ASEAN Cup
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.
Ratusan anak milenial dan generasi Z berkumpul di Alun-Alun Selatan Kota Jogja untuk membersihkan sampah di kawasan wisata tersebut, Sabtu (3/2/2024) sore. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan anak milenial dan generasi Z berkumpul di Alun-Alun Selatan Kota Jogja untuk membersihkan sampah di kawasan wisata tersebut, Sabtu (3/2/2024) sore.
Para pemuda ini didominasi usia pelajar dari sejumlah sekolah di DIY serta mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka tergabung dalam sejumlah komunitas yang berbeda akan tetapi sama-sama fokus pada kerja sosial untuk membersihkan sampah.
Menggunakan trash bag mereka memunguti satu per satu sampah di Alun-Alun Selatan Jogja. Salah satu jenis sampah banyak ditemukan yang cukup membahayakan pengunjung adalah tusuk sate. Sebagia besar wisatawan asal membuang tusuk sate di kawasan tersebut usai menyantap makanan.
BACA JUGA : Pemkab Bantul Hanya Membangun Satu TPST di 2024
“Sebelumnya kami banyak menggelar kegiatan bersih-bersih di selatan terutama kawasan pantai. Saat ini mencoba masuk ke Kota Jogja karena banyak masukan, khususnya di Alun-Alun ini,” kata Keta Komunitas Ruang Kolaborasi Pemuda Muhammad Asruri Alam, Sabtu.
Melalui gerakan itu pula ia berharap semakin banyak anak muda yang bergabung untuk kegiatan positif dalam membersihkan sampah. Ia mengaku sudah memiliki tempat pengolahan sampah secara mandiri yang berada di Kretek, Bantul.
“Biasanya sampah hasil kami membersihkan kami pilah dan kelola. Tetapi karena ini di Jogja dan jauh dengan tempat pengelolaan kami, maka sampah hasil di Alun-Alun ini kami serahkan ke pihak yang menangani sampah di Kota Jogja,” ujarnya.
Anggota DPR RI Sukamta yang turut dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah para milenial dan generasi z yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan khususnya penanganan sampah. Mengingat sampah masih menjadi persoalan di wilayah DIY.
BACA JUGA : Paguyuban Bank Sampah Cokrodiningratan Studi Tiru Pengolahan Sampah di Laron Sarungan
“Semangat mereka luar biasa, hanya dengan informasi sederhana, mereka secara sukarela berkumpul sampai ada 13 komunitas yang jumlahnya ratusan, bersama-sama membersihkan sampah,” ujarnya.
Aksi bersih sampah tersebut dilakukan di hadapan para wisatawan yang saat sore hari memang ramai pengunjung. Di mana sumber sampah tersebut memang berasal dari wisatawan. “Intinya gerakan ini harapannya bisa menyadarkan kepada yang berkunjung agar bertanggungjawab terhadap sampah masing-masing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.