Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Relawan Bersama Prabowo (Bepro) DIY. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—DIY menjadi salah satu provinsi yang memiliki berbagai persoalan sosial kemasyarakat. Mulai dari kenakalan remaja, kemiskinan, ketimpangan ekonomi. Terlebih DIY menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan kota tujuan pendidikan yang memungkinkan ada potensi munculnya dampak sosial.
Berdasarkan survei Goodstats, Jogja menjadi peringkat pertama untuk kategori kota tujuan wisata, kota tujuan pendidiakn dan kota menikmati masa tua. Ihwal kota tujuan wisata dan pendidikan, tak dapat dipungkiri bahwa masalah sosial seringkali muncul karena Jogja dihuni berbagai latar belakang.
BACA JUGA : Cegah Masalah Sosial dan Remaja Melalui Wayang Cakruk
Politikus Partai Gerindra Yuni Astuti mengatakan di tengah perkembangan DIY yang kian masif dari sisi infrastruktur, namun ada masah sosial yang harus dipecahkan. Mulai dari persoalan kenakalan remaja atau populer dengan sebutan klitih.
"Misal berkaitan dengan klitih yang seringkali muncul dan sekali muncul selalu cepat viralnya. Ini masalah sosial yang seringkali datang dan harus diantisipasi. Fungsi wakil rakyat sangat penting dalam konteks ini untuk membantu memecahkan," katanya.
Selain itu belum lagi persoalan ekonomi di mana masih terjadi ketimpangan sehingga pemerataan ekonomi harus dilakukan. Kondisi ekonomi yang lemah seringkali menjadi pemicu persoalan baru seperti kriminalitas.
"Sehingga untuk mengatasi masalah sosial ini perlu para pengambil kebijakan yang paham benar bagaimana karakter masyarakat di DIY, karena langkah penyelesaian harus tepat dan berdasarkan kondisi sosial masyarakat," urai Dewan Penasehat Relawan Bersama Prabowo (Bepro) DIY ini.
Yuni Astuti pun menyarankan dalam kontestasi politik Pileg 2024, ada baiknya masyarakat untuk memilih pemimpin lokal yang berasal dari daerahnya masing-masing. Caleg DPR RI ini menambahkan dalam menangani berbagai persoalan itu sosial tersebut harus ditangani oleh orang yang tepat dan menguasai kondisi sosial di lapangan.
"Karena permasalahan sosial di DIY saat ini maupun ke depannya yang paling paham mengatasinya mereka yang memang orang lokal dan tinggal di DIY. Saya kira berbeda ya dengan yang dari luar daerah yang tIba-tiba masuk setelah terpilih lalu tidak tahu keberadaannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.