345 Keluarga Miskin Ekstrem Bantul Dibekali Modal Usaha dan Pelatihan
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pasien ODGJ - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditangani Dinas Sosial (Dinsos) Bantul menunjukkan tren menurun dalam tiga tahun terakhir.
Data mencatat, pada 2023 ada 42 orang yang masuk selter, tahun berikutnya berkurang menjadi 29 orang, dan hingga pertengahan 2025 jumlahnya hanya 23 orang. Mereka berasal dari kelompok ODGJ telantar maupun yang sudah tidak diterima kembali oleh keluarga.
Penanganan terhadap ODGJ di Bantul tidak berhenti pada evakuasi. Dinsos juga memfasilitasi perawatan di rumah sakit jiwa serta rehabilitasi sosial agar mereka bisa mendapatkan kesempatan pulih dan kembali ke masyarakat.
BACA JUGA: Puluhan Wajib Pajak di Gunungkidul Ajukan Dispensasi Pembayaran PBB
Kepala Seksi Rehabilitasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Dinsos Bantul, Nitakrit Rumantiningsih, menjelaskan bahwa gejala gangguan jiwa biasanya mulai tampak sejak usia remaja.
“Gejala tampaknya mulai remaja. Jarang ditemukan di usia SMP, kalau setelah SMA biasanya bisa terlihat ciri-cirinya,” ujarnya Senin (25/8/2025).
Ia menuturkan, ada banyak faktor yang memicu munculnya gangguan jiwa. Mulai dari pengalaman traumatis hingga persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
“Misalnya diputus pacar, gagal naik kelas, atau terlalu stres menghadapi masalah. Itu bisa membuat seseorang trauma berat hingga mengalami gangguan jiwa,” katanya.
BACA JUGA: 100 Ribu Orang Terluka Akibat Topan Kajiki di Selatan China
Selain tekanan sosial dan lingkungan, faktor keturunan juga tidak bisa diabaikan. Menurut Nitakrit, ada anak yang sejak kecil memiliki disabilitas mental, lalu kondisinya semakin parah ketika dewasa. “Kalau ada faktor turunan lalu muncul kejadian traumatis, itu bisa memicu kambuh,” ujarnya.
Dinsos Bantul berupaya melakukan pendekatan menyeluruh, bukan hanya menangani dampak, tetapi juga memperhatikan pemicu yang membuat ODGJ rentan muncul di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sudaryono langsung bekerja menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Disperindag Sleman mengawasi depot air minum isi ulang di Prambanan untuk menjamin keamanan produk menjelang musim kemarau.
Yuliantono resmi memimpin Karang Taruna Kota Jogja periode 2026-2031 usai menerima SK dari Pengurus Nasional melalui Wamensos.
Bantul Creative Expo 2026 menargetkan omzet Rp2,367 miliar dan 110.000 pengunjung selama 1-9 Agustus di Stadion Sultan Agung Bantul.
Petani tembakau Temanggung meminta perlindungan DPR terkait rancangan aturan kadar nikotin dan tar yang dinilai berdampak pada usaha mereka.