Tahapan Krusial Pilur Dimulai Juli, DPMKP2KB Desak Panitia Bergerak
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman optimistis TPST Minggir di Kalurahan Sendangsari bisa dioperasikan di awal Maret 2024. Selain itu, untuk pengoperasian juga akan melibatkan warga sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristyani mengatakan proses penyelesaian TPST Minggir terus dikebut agar bisa dioperasikan di awal Maret.
Setelah pemasangan mesin sebanyak dua modul, pada saat sekarang dilanjutkan dengan pemasangan instalasi jaringan listrik. “Masih proses persiapan dan kami yakin mulai awal Maret sudah bisa beroperasi,” kata Epiphana, Senin (5/2/2024).
Menurut dia, kesiapan tidak hanya dari sisi infrastruktur. Pasalnya, untuk pengoperasikan juga membutuhkan tenaga kerja sekurangnya 60 orang.
Hal ini mengacu dengan pengoperasian TPST Tamanmartani di Kapanewon Kalasan. Epiphana mengakui untuk sumber daya manusia (SDM) tidak ada masalah lantara akan ada kerja sama dengan pemerintah kalurahan setempat. “Sudah mulai dipersiapkan orang-orang yang akan bekerja di TPST Minggir. Yang jelas, prosesnya akan melibatkan warga lokal,” katanya.
Ia berharap dengan bertambahnya tempat pengolahan di Sleman, maka persoalan di Sleman bisa semakin diatasi. “Rencannaya setelah TPST Minggir akan dilanjutkan pembangunan di TPST Donokerto di Kapanewon Turi di tahun ini,” katanya.
Sebelumnya, Lurah Sendangsari, Afan Nur Hisan mengatakan, TPST Minggir yang dibangun di wilayahnya masih dalam proses penyelesaian. Secara prinsip tidak ada masalah dengan fasilitas ini, namun ada beberapa harapan agar saat beroperasi tidak sampai menimbulkan masalah bagi warga.
“Jangan sampai ada bau, lalat atau polusi lainnya yang bisa merugikan Masyarakat. Jika hal tersebut terjadi, warga berhak menutup TPST,” kata Afan.
BACA JUGA: TPST Minggir Ditargetkan Beroperasi Maret, Begini Harapan Warga Sekitar
Selain permintaan untuk mengurangi risiko polusi, warga juga berharap bisa ikut dilibatkan pada saat TPST beroperasi. “Jadi warga sekitar bisa mengisi untuk tenaga kerja. Kami juga memiliki Spamdes yang siap memasok kebutuhan air dalam proses pengoperasian,” katanya.
Afan menambahkan, ada permintaan warga agar akses keluar TPST dapat dipisah sehingga ada pembangunan jalan baru untuk operasional. Adapun rutenya dari Selatan ke utaran, sedangkan akses lainnya dikhususkan beraktivitas masyarakat. “Harus ada jalan baru sehingga tidak menggangu aktivitas warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKP2KB Gunungkidul meminta panitia pilur di 31 kalurahan segera menyelesaikan tata tertib dan anggaran menjelang tahapan krusial Juli 2026.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.