131 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi, DPRD Ingatkan Kualitas
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.
Alam Ganjar bergambar bersama cucu Sri Sultan HB X, Raden Mas Drasthya Wironegoro dan para abdi dalem saat berwisata ke Keraton Jogja, Selasa (6/2/2024)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Alam Ganjar, putera calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo berwisata ke kawasan Kraton Jogja pada Selasa (6/2/2024) pagi. Dalam kunjungannya ke salah satu pusat kebudayaan Jogja itu, Alam ditemani oleh cucu Sri Sultan HB X, Raden Mas Drasthya Wironegoro.
Alam tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Dirinya langsung disambut oleh Mas Dasthya anak kedua dari putri sulung Sultan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi. Didampingi oleh sejumlah abdi dalem meraka lantas masuk ke kompleks Kraton.
Kurang lebih selama 40 menit Alam menikmati suasana Keraton Jogja dia mengaku terkesan dengan sejumlah barang yang ada di sana. "Tadi ditunjukin beberapa arsip, sempat lihat konservasi juga semacam laboratorium buat konservasi barang-barang Kraton," kata Alam.
Menurut Alam, banyak sekali barang dan koleksi yang ditampilkan di dalam Kraton yang lekat dengan kehidupan manusia. "Ada juga Living Museum, proses kehidupan dari muda sampai menikah. Banyak sekali pelajaran dan kita bisa mengadopsinya di kehidupan nyata," katanya.
BACA JUGA: Cerita Alam Ganjar Mengelola Tim E-sport
Kunjungannya ini bukan yang pertama kali. Alam menyebut, dirinya sudah pernah berkunjung ke salah satu destinasi wisata favorit di Kota Jogja itu, tetapi sudah cukup lama. Di kunjungannya yang terbaru ini dia melihat banyak perubahan yang terjadi di tempat itu.
"Pasti akan ada hal baru, kita berkunjung ke sini mungkin bulan depan atau beberapa bulan ke depan pasti akan ada hal yang baru. Makanya agak susah kalau mau bosen ke sini," imbuh Alam.
Abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Satya Bilal turut bangga dengan kunjungan Alam. Dia menyebut kedatangan Alam ini bisa menjadi salah satu contoh bagi generasi muda untuk ikut melestarikan budaya. "Jogja memiliki banyak sekali peninggalan sejarah yang adiluhung dan perlu dikenalkan pada anak anak anak muda. Alam memberikan contoh positif bagi anak anak muda lainnya untuk mencintai budaya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meninjau revitalisasi tiga sekolah dan mengingatkan pelaksana agar sesuai spesifikasi serta tidak bermasalah saat pemeriksaan.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).