Bansos Sleman 7.363 KPM Diklarifikasi, Ada Temuan Transaksi Judol
Sebanyak 7.363 KPM bansos Sleman masuk data klarifikasi. Sejumlah rekening terdeteksi transaksi judi online dan pinjaman online.
Ilustrasi saluran irigasi./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekitar 76% jaringan irigasi di Gunungkidul dalam kondisi rusak. Itulah sebabnya diperlukan penanganan seperti rehabilitasi atau peningkatan jaringan agar fungsinya menjadi normal kembali.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Handoko mengatakan ada jaringan yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. “Kalau kondisi jaringan rusaknya ringan dan sedang, itu masih bisa dipakai. Kalau rusak berat ya air tidak bisa lewat,” kata Handoko, Selasa (6/2/2024).
Dengan begitu hanya 24% jaringan dalam kondisi benar-benar baik. Kondisi baik yang ia maksud yaitu memiliki nilai di atas 90. Pada tahun ini, DPUPRKP akan melakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan di dua kapanewon, yaitu Playen dan Wonosari.
Kapanewon Wonosari akan mendapat alokasi Rp1,2 miliar dan Playen mendapat Rp900 juta. Sebelum pengusulan, DPUPRKP telah mengadakan penjaringan aspirasi di tingkat petani.
Jaringan yang menjadi kewenangan mereka yaitu jaringan primer dan sekunder. Sedangkan jaringan tersier menjadi kewenangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat. Anggaran yang dipakai berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp2 miliar. “Peningkatan berarti yang tadinya jaringan irigasi terbuat dari tanah atau nonpermanan jadi permanen,” katanya.
Secara umum, kondisi jaringan irigasi di Bumi Handayani tergolong tua. Ada jaringan yang dibangun sejak tahun 1927. Dengan begitu perlu adanya rehabilitasi untuk menormalkan fungsinya. Pada 2023, DPUPRKP juga telah melakukan rehabilitasi dengan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp6,1 miliar untuk 27 paket.
BACA JUGA: Tata Saluran Irigasi, DPUPESDM DIY Tampung Aspirasi Masyarakat
Sementara itu, Dandim 0730 Gunungkidul, Letkol Kav Anton Wahyudo mengatakan gerakan TNI AD Manunggal Air Tahun 2024 dimulai dengan peresmian 1.898 titik air bersih se-Indonesia.
Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan lima titik yaitu di Padukuhan Klepu, Nglegi, Patuk. Titik air bersih tersebut mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi 52 KK baik untuk persawahan dan juga perikanan.
Lokasi kedua berada di Padukuhan Nglegi, Nglegi, Patuk dan dapat dimanfaatkan untuk 50 KK. Lokasi ketiga berada di Padukuhan Bunder, Patuk dengan penerima manfaat 45 KK. Keempat ada di Kalurahan Mulusan, Paliyan dan kelima ada di Kalurahan Tileng, Girisubo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 7.363 KPM bansos Sleman masuk data klarifikasi. Sejumlah rekening terdeteksi transaksi judi online dan pinjaman online.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 19 September 2026 tersedia 5 perjalanan dari masing-masing arah. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 19 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk keberangkatan terakhir.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.