Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, RI Perkuat Pasar Global
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Kondisi Rest Area JJLS di Kalurahan Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Selasa (11/4/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga diminta berhati-hati saat melintas di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul karena jalan tersebut belum dilengkapi rambu-rambu lalu lintas memadai, termasuk Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto, Rabu (7/2/2024), mengatakan sampai saat ini JJLS masih belum memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, baik APILL maupun rambu peringatan lain.
"Wisatawan dari luar Gunungkidul perlu mewaspadai apabila berada di persimpangan. Saat ini, Dishub Gunungkidul telah mengusulkan APILL dan CCTV (kamera pengawas) di perempatan JJLS ke BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat)," kata Rakhmadian Wijayanto di Gunungkidul, Rabu (7/2/2024).
Rakhmadian mengatakan pihaknya telah mengusulkan lampu penerangan jalan umum di JJLS. Oleh karena itu, wisatawan dan masyarakat yang melintas tetap diminta berhati-hati ketika melewati JJLS. "Semoga di tahun 2025 sudah terpasang," katanya.
Lebih lanjut, Rakhmadian mengatakan libur panjang akhir pekan dalam rangka peringatan Israj Mikraj dan Tahun Baru Imlek perlu disikapi dengan baik, terutama dalam hal berkendara. Selain JJLS, masih ada tanjakan yang harus diwaspadai di Gunungkidul, seperti tanjakan Clongop di Kecamatan Gedangsari dan tanjakan Bundelan di Kecamatan Ngawen.
BACA JUGA: Duh, Mayoritas Pengguna Internet di Indonesia Terpapar Iklan Judi Online
Pihaknya juga telah meminta Google untuk menghapus dua tanjakan tersebut di layanan pemetaan Google Maps karena kondisinya sangat rawan.
"Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mengusulkan dua tanjakan itu untuk dihapus dari Google Map sebab tingkat kerawanannya yang tinggi," kata Rakhmadian.
Masih dalam rangka libur panjang akhir pekan, Dishub Gunungkidul menerjunkan petugas khusus untuk bersiaga. Setiap hari akan ada 15 personel yang akan berpatroli di kawasan tertib lalu lintas dan pantai.
"Untuk pagi hari, kami tetap pada patroli jalur kawasan tertib lalu lintas. Setelah itu, kami bantu di kawasan wisata sampai hari Minggu," katanya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Gunungkidul Yohanes Nanang Putranto juga meminta agar wisatawan menghindari tanjakan Clongop dan Bundelan.
"Jalur wisata rekayasa lalu lintas masih seperti rekayasa pada saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 lalu, dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan," kata Nanang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.