Jadwal KA Bandara YIA Reguler Senin 4 Mei 2026
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 4 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Peserta dari penyandang disabilitas mengenakan headset dalam diskusi Sunyi, Memuliakan Garuda Tanpa Banyak Bicara yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kamis (8/2/2024) sore. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah seniman dan aktivis di Jogja menggelar diskusi dengan cara yang unik bertajuk Diskusi Sunyi, Memuliakan Garuda Tanpa Banyak Bicara yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kamis (8/2/2024) sore. Dalam diskusi ini di lokasi tanpa ada suara karena semua peserta menggunakan headset di telinga serta bahasa isyarat.
Mengingat para peserta adalah dari penyandang disabilitas kelompok tuna rungu dan tuna netra dengan jumlah ratusan. Panitia menyediakan headset yang bisa dipakai untuk tuna netra, sedangkan tuna rungu dilayani dengan bahasa isyarat. Meski ada penampilan band memainkan musik namun di lokasi sama sekali tidak terdengar suara alias sunyi. Peserta hanya dapat mendengarkannya lewat headset serta melihat bahasa isyarat.
BACA JUGA : Tegaskan Komitmen untuk Disabilitas, Prabowo: Kami yang Sponsori UU Disabilitas di DPR
Diskusi ini digawangi oleh seniman dan aktivis Jogja Eko Bebek dengan latarbelakang kegelisahan terhadap Garuda Pancasila yang saat ini sering dikesampingkan.
Diskusi ini menghadirkan penyanyi Nugie dan tokoh publik Tengku Zanzabella secara daring serta Nanang Garuda
yang juga pendiri Rumah Garuda. Nugie mengapresiasi langkah seniman dan aktivis di Jogja yang secara sukarela berani menyuarakan terkait Garuda Pancasila dengan cara yang unik dan menarik.
"Kami mengapresiasi teman-teman di Jogja yang peduli deng Garuda Pancasila, saya melihat garuda ini terpampang di setiap institusi tetapi saya melihat tidak pernah dibahas. Justru saya menemukan teman-teman di Jogja ini yang secara konsisten untuk meneguhkan pemahaman Garuda Pancasila," katanya.
Eko Bebek mengatakan diskusi itu diawali dari kegelisahan dalam mengkomunikasikan lambang negara lewat burung Garuda. Selama ini penyandang disabilitas tuna netra, tuna rungu dan tuna wicara jarang diberi hak tetapi banyak diberi kewajiban oleh negara. Hal ini menjadi salah satu alasan menghadirkan para penyandang disabilitas.
"Acara ini menggunakan silent system. Penonton harus membawa headset berkabel agar bisa berkomuinkasi dengan peserta
diskusi. Kenapa harus silent? Karena peserta Diskusi Sunyi ini bisu tuli. Sekalian memberi warna lain di tahun politik yang berisik dengan Pemilu ini," katanya.
BACA JUGA : ICDR Wadah Pembahasan Isu Disabilitas Dunia
Adapun ia sengaja menggelar di TMP Kusumanegara, selain ada energi para pahlawan di sana, sekaligus sebagai kritik terhadap berbagai pihak yang sulit diajak berkomunikasi terkait Garuda Pancasila. "Selama saya berkomunikasi dengan berbagai pihak instansi tidak pernah direspons, saya lebih baik berkomunikasi dengan beliau yang sudah meninggal tetapi bisa memberikan energi positif, di sini ada Panglima Soedirman dan lain-lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 4 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.