Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja akan memperluas layanan primer puskemas melalui pengimplementasian Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer atau Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh Puskesmas di Kota Jogja. Hal ini sebagai upaya peningkatan meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan dalam mendukung upaya ini, keberadaan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) di Kota Jogja berperan sangat penting. Harapannya pelayanan kesehatan di Kota Jogja dapat tertangani dengan cepat, tepat dan tuntas.
“Program ILP ini sudah dilakukan Pemkot Jogja di Puskesmas Pembantu. Namun, dari Kementerian Kesehatan memiliki branding baru dengan program sesuai siklus makhluk hidup yakni mulai bayi, balita, anak, remaja, ibu hamil, usia produktif hingga lansia, pemeriksaan berdasarkan itu,” ujarnya, Minggu (11/2/2024).
Emma mengungkapkan hingga saat ini program ILP sudah dilakukan di beberapa puskesmas yakni di Puskesmas Pembantu Giwangan dan Puskesmas Pembantu Tompeyan. Kemudian untuk tahun ini akan ditambah lagi empat puskesmas pembantu yang akan melaksanakan program ILP tersebut.
“Untuk itu, peran seluruh OPD [Organisasi Perangkat Daerah] di Pemkot Jogja sangatlah penting dalam mendukung pelaksanaan ILP di wilayah. Selain itu, kegiatan ini nantinya sebagai upaya untuk memberdayakan kader agar lebih preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
BACA JUGA: Dinas Kesehatan Bantul Segera Aktifkan Puskesmas Pembantu
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo, berharap seluruh OPD ikut serta dalam membantu program Posyandu di wilayah. Sehingga apa yang dibutuhkan Posyandu beserta para kadernya seperti sarana prasarana, terpenuhi dengan baik.
“Semoga dengan misi Pemkot Jogja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Jogja dapat dirasakan, salah satunya melalui posyandu. Saya berharap, OPD memberikan perhatian agar dapat memakmurkan posyandu dan kadernya untuk lebih semangat melayani masyarakat,” katanya.
Salah satu Kader Posyandu Cengkeh 21 di Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Weni Sumarsih, berharap program ILP ini dapat menghadirkan regenerasi kader dan meningkatkan layanan posyandu lebih baik ke depannya.
“Setidaknya ada lima kader di setiap posyandu yang ada di Kota Jogja. Selain regenerasi kader, dalam pelaksanaan kegiatan posyandu menjadi lancar. Harapannya juga akan ada pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi kader di wilayah untuk memperlancar kegiatan di posyandu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar