Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja akan memperluas layanan primer puskemas melalui pengimplementasian Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer atau Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh Puskesmas di Kota Jogja. Hal ini sebagai upaya peningkatan meningkatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Jogja.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menjelaskan dalam mendukung upaya ini, keberadaan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) di Kota Jogja berperan sangat penting. Harapannya pelayanan kesehatan di Kota Jogja dapat tertangani dengan cepat, tepat dan tuntas.
“Program ILP ini sudah dilakukan Pemkot Jogja di Puskesmas Pembantu. Namun, dari Kementerian Kesehatan memiliki branding baru dengan program sesuai siklus makhluk hidup yakni mulai bayi, balita, anak, remaja, ibu hamil, usia produktif hingga lansia, pemeriksaan berdasarkan itu,” ujarnya, Minggu (11/2/2024).
Emma mengungkapkan hingga saat ini program ILP sudah dilakukan di beberapa puskesmas yakni di Puskesmas Pembantu Giwangan dan Puskesmas Pembantu Tompeyan. Kemudian untuk tahun ini akan ditambah lagi empat puskesmas pembantu yang akan melaksanakan program ILP tersebut.
“Untuk itu, peran seluruh OPD [Organisasi Perangkat Daerah] di Pemkot Jogja sangatlah penting dalam mendukung pelaksanaan ILP di wilayah. Selain itu, kegiatan ini nantinya sebagai upaya untuk memberdayakan kader agar lebih preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
BACA JUGA: Dinas Kesehatan Bantul Segera Aktifkan Puskesmas Pembantu
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo, berharap seluruh OPD ikut serta dalam membantu program Posyandu di wilayah. Sehingga apa yang dibutuhkan Posyandu beserta para kadernya seperti sarana prasarana, terpenuhi dengan baik.
“Semoga dengan misi Pemkot Jogja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Jogja dapat dirasakan, salah satunya melalui posyandu. Saya berharap, OPD memberikan perhatian agar dapat memakmurkan posyandu dan kadernya untuk lebih semangat melayani masyarakat,” katanya.
Salah satu Kader Posyandu Cengkeh 21 di Kelurahan Pringgokusuman, Gedongtengen, Weni Sumarsih, berharap program ILP ini dapat menghadirkan regenerasi kader dan meningkatkan layanan posyandu lebih baik ke depannya.
“Setidaknya ada lima kader di setiap posyandu yang ada di Kota Jogja. Selain regenerasi kader, dalam pelaksanaan kegiatan posyandu menjadi lancar. Harapannya juga akan ada pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi kader di wilayah untuk memperlancar kegiatan di posyandu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.