Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Labuhan Merapi./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar event tahunan mereka kali ini, yakni Upacara Labuhan Merapi.
Upacara Labuhan Merapi sejatinya merupakan rangkaian peringatan tingalan Dalem Jumeneng atau bertahtanya Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X
Sesuai penanggalan Jawa, pelaksanaan tingalan Dalem Jumeneng Sri Sultan HB X ini digelar setiap 30 Rejeb. Adapun, pada tahun ini, Hajad Dalem Labuhan Merapi dilaksanakan selama dua hari, yakni mulai Minggu-Senin (11-12/2/2024).
Dengan mengambil tajuk Rahayuning Bawana Gumantung Pakartining Janma, Labuhan Merapi tahun ini digelar sama dengan ritual tahun-tahun sebelumnya.
Dikutip dari laman resmi Pemda DIY, rangkaian Labuhan Merapi dimulai dari Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, dengan mengarak gunungan dan uborampe dari Kantor Kapanewon Cangkringan menuju petilasan rumah Mbah Maridjan.
Kemudian, gunungan dan uborampe tersebut secara seremonial diserahkan oleh Panewu Cangkringan dan diterima oleh Juru Kunci Merapi.
Adapun, ubarampe tersebut terdiri dari selembar kain cangkring, kain kawung kemplong, semekan bangun tulak, semekan gadhung, kampoh poleng, dhestar daramuluk, peningset udaraga, sebungkus rokok wangen, kemenyan, ratus minyak koyoh, amplop berisikan uang tindhik, dan dua biji apem mustaka.
Setelah diadakan kenduri wilujengan, ubarampe itu pun diarak menuju ke atas Gunung Merapi melewati jalur Kinahrejo keesokan paginya. Ubarampe yang telah dimasukan dalam peti akan di tandu menuju tempat acara.
BACA JUGA: Labuhan Merapi Digelar Sesuai Protokol Kesehatan
Para pengusung beserta segenap peserta kemudian akan naik, menuju Sri Manganti. Di tempat tersebut, rombongan akan melakukan prosesi di atas sela dhampit (batu berhimpit).
Kemudian, dilanjutkan dengan prosesi ritual dan doa. Yang terakhir ditutup dengan pembagian nasi berkat kepada masyarakat.
Labuhan Merapi merupakan salah satu upacara adat yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam pada abad XVII.
Upacara ini dimaksudkan agar negara dan rakyatnya senantiasa dalam keadaan selamat, tentram dan sejahtera.
Meskipun penyelenggara upacara ini adalah pihak Kraton, tetapi dalam pelaksanaannya upacara adat ini juga melibatkan pihak masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan