Labuhan Merapi Digelar Sesuai Protokol Kesehatan

Juru Kunci Gunung Merapi Ki Asih (tengah) menerima uba rampe prosesi labuhan Merapi dari Kraton Ngayogyakarta di Kapanewon Cangkringan, Minggu (14/3/2021). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
14 Maret 2021 15:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Prosesi tahunan, tradisi labuhan Merapi tetap digelar Senin (15/3). Peralatan atau uba rampe prosesi labuhan Merapi diserahkan pihak Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Juru Kunci Gunung Merapi, Mas Wedana Suraksohargo Asihono atau Mas Asih, Minggu (14/3/2021).

Serah terima uba rampe dilakukan oleh para abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke Panewu Kapanewon Depok, Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah upacara serah terima digelar, uba rampe dibawa ke Kapanewon Cangkringan. Serah terima dilakukan antara Panewu Depok kepada Panewu Cangkringan sekitar pukul 09.30 WIB.

BACA JUGA : Labuhan Merapi Tahun Ini Digelar Tanpa Hiburan

Usai prosesi penerimaan, uba rampe diserahkan kepada juru kunci Gunung Merapi Ki Asih untuk dibawa ke Pendopo Kinahrejo, Umbulharjo. Ubarampe disemayamkan di Pendopo Petilasan Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo selama satu malam. Pada malam harinya digelar kenduri, tahlil dan doa-doa.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara mengatakan labuhan Merapi tahun ini tetap diadakan secara sederhana. Susunan kegiatan yang digelar hanya prosesi inti. Sama seperti tahun lalu, agenda rutin tiap tanggal 30 Rajab kalender Jawa ini dilaksanakan dengan aturan protokol kesehatan, mengingat pandemi Covid-19 belum usai.

Terlebih saat ini masih berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. "Acara kesenian dan hiburan termasuk pagelaran wayang yang biasa dihelat pada malam hari kedua, ditiadakan," kata Aji, Minggu (14/3/2021).

Labuhan ini digelar untuk memperingati Tingalan Jumenengan Dalem atau ulang tahun ke-32 kenaikan tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada Senin (15/3) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, uba rampe dibawa ke Sri Manganti untuk dilakukan upacara labuhan. Dikarenakan situasi pandemi, peserta yang naik ke Alas Bedengan dibatasi hanya berjumlah 30 orang.

BACA JUGA : Keraton Serahkan Uborampe Untuk Prosesi Labuhan Merapi

"Peserta labuhan dibatasi. Mereka yang ke Sri Manganti atau Alas Bedengan seluruhnya berasal dari abdi dalem kraton dan para pendamping juru kunci," kata Aji.

Kepala Bidang Dokumentasi, Sarana, dan Prasarana Disbud Sleman Wasita mengatakan ketika kondisi normal jumlah warga yang mengikuti prosesi Labuhan bisa mencapai 2.000 orang. "Kami tidak membatasi jumlah pengunjung. Warga boleh datang tapi hanya sampai lokasi Joglo Kinahrejo," katanya.

Selama acara berlangsung, aparat keamanan dan tim SAR akan ikut mendampingi. "Pengunjung yang akan ngalap berkah diminta menunggu di Pendopo Kinahrejo. Kegiatan secara keseluruhan menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Sementara Juru Kunci Gunung Merapi Ki Asih berharap agar prosesi labuhan Merapi tahun ini berjalan lancar mengingat kondisi Merapi saat ini masih berstatus Siaga. "Ya berdoa agar semua yang ikut prosesi labuhan bisa diberi keselamatan. Patuhi protokol kesehatan," harapnya.