Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Sukarelawan BPBD Sleman mengevakuasi pohon tumbang. /ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY menyebut tengah mewaspadai munculnya siklon 99 S yang menyebabkan cuaca ekstrem dan sejumlah bencana lainnya di wilayah setempat. Sebelumnya sejumlah daerah di Indonesia sudah diterpa oleh siklon anggrek yang berlangsung pada Januari lalu.
Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, informasi yang diterima pihaknya dari BMKG terdapat siklon 99 S yang diperkirakan bakal membentuk titik siklon lain di sejumlah daerah. Hal itu nantinya juga akan berpengaruh terhadap cuaca ekstrem sampai Maret dan April mendatang.
BACA JUGA : Ada Siklon Tropis Anggrek, Potensi Cuaca Ekstrem Membayangi Wilayah DIY
"Siklon itu mengumpulkan titik-titik hujan yang menyebabkan angin kencang dan puting beliung. Terutama puting beliung itu kan ga bisa diprediksi hanya hitungan detik dampaknya sangat signifikan," kata Noviar, Minggu (11/2/2024).
Dia mengatakan, diperkirakan sampai April nanti curah hujan masih cukup tinggi di wilayah DIY meski beberapa hari terakhir intensitasnya sedikit menurun. Masyarakat diminta untuk terus memperhatikan informasi terbaru dan lingkungan masing-masing sebagai bentuk mitigasi bencana.
"Di Jateng kita tahu bahwa sejumlah wilayah sudah dilanda banjir. Cuaca Jateng dan Jogja itu hampir sama kita dipengaruhi dengan siklon. Kemarin ada siklon anggrek, hanya saja kita diuntungkan dengan empat sungai besar yang membelah Jogja, Gajahwong, Code, Winongo dan Progo, sehingga minim banjir," ujarnya.
Hujan deras yang terjadi di beberapa wilayah DIY beberapa waktu lalu memang sempat membuat sejumlah titik tergenang air, tetapi tidak membutuhkan waktu lama untuk air segera surut. "Semua aliran yang meluap masuk ke sungai besar dan meminimalisasi banjir, itu bisa menampung aliran dari utara," katanya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat dan Damkarmat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto menyebut, sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) yang terpasang di sejumlah sungai rutin dicek oleh petugas agar terus memberikan informasi ketika air sungai melebihi batas ketentuan. Dengan begitu masyarakat bisa lebih waspada jika terjadi banjir.
BACA JUGA : Bibit Siklon Tropis 91W Bawa Peluang Hujan di Kota Besar, Termasuk di Jogja?
"EWS banjir yang dikelola kami 41 dan Kota Jogja ada 8. Pemantauan dilakukan oleh relawan terutama di utara juga kolaborasi dengan Sleman dan Bantul. Semuanya berfungsi baik, kita bisa pantau masalah peningkatan volume air sudah langsung memberi tahu bahwa ada peningkatan dan kita minta masyarakat siaga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Isu keretakan menerpa hubungan Lamine Yamal dan Inés García. Yamal unggah momen mesra, Inés bantah tudingan tinggalkan mantan. Simak klarifikasi lengkapnya!
QS Best Student Cities 2027: Seoul jadi kota kuliah terbaik dunia, kalahkan London. Jakarta dan Yogyakarta wakili Indonesia di peringkat global. Simak daftar le
Jepang pangkas pajak konsumsi makanan jadi 1 persen mulai April 2027. Berlaku dua tahun, kebijakan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga di tengah kenaik
Jadwal India vs Brasil di FIFA Matchday 3 Oktober 2026. Laga bersejarah di Stadion Salt Lake jadi lawan peringkat tertinggi bagi India. Simak selengkapnya!
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.