Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Salah seorang warga sedang membeli beras dalam kegiatan pasar murah yang digelar di Lapangan Sanggrahan di Kalurahan Tirtoadi, Mlati. Rabu (21/2/2024)./ harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menggelar pasar murah di empat lokasi mulai Rabu (21/2/2024). Total beras yang dipersiapkan mencapai 38 ton.
Kepala Disperindag Sleman, Rr. Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan pasar murah perdana dilaksanakan di Lapangan Sanggrahan di Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Rabu pagi. Rencananya kegiatan yang sama akan dilakukan dilaksanakan di Kapanewon Seyegan, Turi dan Kalasan.
“Jadi ada empat lokasi pasar murah yang kami gelar pada Februari ini,” kata Mae kepada wartawan, Rabu siang.
Dia menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan untuk upaya stabilitas harga kebutuhan poko di pasaran. Ia tidak memungkiri pada saat ini terjadi kenaikan harga mulai dari beras, telur hingga gula pasir.
Adapun pelaksanaan pasar murah juga melibatkan gabungan kelompok petani, peternak ungags, pelaku usaha dan Bulog. Total bahan-bahan yang disediakan di antaranya beras seberat 38 ton, telur ayam empat ton, gula pasir delapan ton dan minyak goreng enam ton.
“Ini persediaan secara menyeluruh. Nantinya akan dibagi menjadi empat sesuai dengan titik pasar murah sehingga setiap titiknya mendapat jatah beras sekitar sembilan ton, telur satu ton dan gula dua ton,” katanya.
BACA JUGA: Pasar Murah Akan Digelar di Sleman, Berikut Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Menurut dia, pasar murah bertajuk Semar Mesem. Ini kepanjangan dari Sembako Murah Menyenangkan Seluruh Masyarakat.
Menurutnya, pasar murah terbuka bagi warga di Sleman. Meski demikian, pembelian disyaratkan membawa KTP-el dan pembelian dibatasi satu kali untuk setiap warga.
“Untuk KTP-el bisa digunakan untuk membeli beras SPHP lima kilogram, non-SPHP sepuluh kilogram, gula dan telur masing-masing paling banyak dua kilogram,” katanya.
Salah seorang warga Padukuhan Pogung, Siduadi, Mlati, Endarwati mengaku senang dengan adanya pasar murah yang diselenggarakan pemkab. Ia mengaku datang ke Lapangan Sanggrahan untuk membeli beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak hingga telur.
Menurut dia, harga yang dipatok relative terjangkau. Ia mengungkapkan untuk beras di pasaran sudah tembus Rp17.000 per kilogram, tapi saat pasar murah di kisaran Rp14.000 per kilogram.
“Sangat membantu dan harapannya bisa dilakukan secara rutin agar harga-harga bisa terjangkau untuk Masyarakat sehingga tidak merasa terbebani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa