Polisi Buru Pengemudi Misterius Pemicu Kecelakaan Maut di Monjali
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
Pembangunan jembatan elevated Tol Jogja Bawen di Selokan Mataram di sekitar Desa Margokaton, Seyegan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Tol Jogja-Bawen seksi 1 atau ruas Jogja-SS Banyurejo Tempel ditarget bisa beroperasi lebih awal dibandingkan ruas lain pada proyek tol tersebut. Saat ini konstruksi tol Jogja Bawen seksi 1 mencapai 51,75%. Pembangunan ini sangat memperhatikan aspek budaya dan kearifan lokal Jogja khususnya keistimewaan DIY.
Kepastian bahwa tol Jogja-Bawen ini memperhatikan unsur keistimewaan disampaikan oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J. Dwi Winarsa daam rilis tertulis, Selasa (27/2/2024). “Tentunya pembangunan jalan tol akan tetap memperhatikan aspek sosial dan kebudayaan yang menjadi khas keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
BACA JUGA : Pembangunan Tol Jogja-Bawen Dilanjutkan 6 Seksi, Ini Rincian Jalurnya
Selain itu tol Jogja-Bawen akan dipercantik atau dikenal dengan beautifikasi tol, yang tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan penggunanya. "Kami menargetkan Jalan Tol Yogyakarta - Bawen mengembangkan sejumlah program beautifikasi jalan tol yang tidak hanya menambah estetika namun juga tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan sesuai dengan target dan prioritas pembangunan di proyek Jalan Tol Jogja-Bawen, pekerjaan konstruksi yang saat ini menjadi prioritas adalah konstruksi untuk Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo sepanjang 8,8 Km dan Seksi 6 Ambarawa - Bawen sepanjang 5,12 Km. Konstruksi untuk kedua seksi ini ditargetkan selesai sesuai rencana yang nantinya akan bisa beroperasi terlebih dahulu.
Progres konstruksi Seksi 6 Ambarawa – Bawen saat ini sedang dilakukan pekerjaan pembersihan lokasi kerja, timbunan tanah, borpile serta pelebaran pada akses on/off ramp Bawen. Pada proses pembebasan lahan Seksi 6 Ambarawa – Bawen Provinsi Jawa Tengah terdapat 4 Desa yang terdampak Proyek Jalan Tol Yogyakarta – Bawen, yaitu Desa Kandangan, Desa Doplang, Kelurahan Bawen dan Desa Kupang di mana sebagian besar bidang juga sudah dilakukan pembayaran UGR.
Adapun untuk pekerjaan konstruksi Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo saat ini akan mengoptimalkan pekerjaan pada lahan yang sudah dibebaskan. Jenis pekerjaan itu dilakukan Jembatan Kali Sangu Banyu, Kali Mataram, Elevated 1, Elevated 2, Elevated 3, Elevated 4, Box Underpass, Box Culvert, pekerjaan badan jalan dan perbaikan tanah.
Sedangkan progres pembebasan lahan tol Jogja-Bawen Seksi 1 Ruas Jogja-SS Banyurejo saat ini telah terbit Surat Palilah dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk semua desa baik tanah desa maupun Sultan Ground.
"Untuk sebagian besar bidang di 7 desa telah dilakukan pembayaran Uang Ganti Rugi untuk masyarakat yang terdampak di Desa Tirtoadi, Desa Margomulyo, Desa Margokaton, Desa Margodadi, Desa Sumberejo, Desa Tambakrejo dan Desa Banyurejo. Sisanya, kami berharap proses pembayaran dapat selesai di tahun 2024 ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki kecelakaan maut di Jalan Monjali Sleman yang menewaskan lansia. Pengemudi kendaraan misterius masih diburu.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.