Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Petugas sedang menguji Jembatan Timbang Kulwaru yang tak banyak disadari sopir angkutan umum. Dok UPPKB Kulwaru
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penggunaan teknologi mutakhir di Jembatan Timbang Kulwaru tak banyak disadari sopir angkutan muatan. Akibatnya banyak angkutan muatan kena tilang. Rata-rata tiap hari ada 12 sopir tertilang.
Tak banyak sopir yang menyadari jembatan tilang itu karena dilengkapi CCTV karena posisinya di tengah jalan. Berbeda dengan jembatan timbang manual yang berada di pinggir jalan, jembatan Timbang Kulwaru menggunakan sistem elektronik, sekali melewati, berat, dimensi, plat nomor angkutan, hingga identitas sopir dapat diketahui dengan mudah.
Teknologi yang digunakan dalam Jembatan Timbang Kulwaru adalah Weight in Motion (WIN) dan yang bertanggung jawaba adalah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kulwaru . "Tiap hari terdata rata-rata ada 300 kendaran angkutan muatan yang melewatinya pakai teknologi WIN ini," kata Kepala UPPKB Zunarto pada Rabu (28/2/2024).
Zunarto menyebut dari 300 angkutan muatan yang terdata itu terdapat 12 kendaraan yang tertilang tiap harinya. "Penyilangannya juga sistem elektronik, kami kirim surat tilangnya ke pemiliknya, nanti pembayarannya saat memperpanjang STNK," ungkapnya.
Baca Juga
Mengamuk Saat Ditilang, Sopir Pikap di Srandakan Bantul Ditangkap
Viral Damai Minta Sekarung Bawang dari Sopir Truk, Aipda PDH Dicopot dari Jabatan
Viral Polisi Minta Durian Pengganti Tilang, Ini Reaksi Mabes Polri
Maksud dari penggunaan jembatan timbang elektronik ini, jelas Zunarto, agar peraturan yang ada dapat ditaati bersama dengan sistem yang terukur. "Maksudnya agar taat berkendara, maksud dari pembatasan muatan ini juga baik dan kepentingan bersama agar umur jalan juga lebih lama, dan sebagainya sehingga kami imbau agar perusahaan angkutan muatan juga mentaati dengan baik," ujarnya.
Tak disadarinya jembatan timbang itu diakui Udin seorang sopir dari Jombang. "Iya belum tahu, baru tahu ini dijelaskan tadi, bisanya lewat sini untuk ke Banyumas," ujar sopir angkutan terpal itu.
Udin mengaku malah senang ada jembatan timbang tersebut. "Bagus malahan, biar perusahan saya juga tertib. Kalau overload juga tidak baik juga, kalau ada jembatan timbangkan saya angkutnya sesuai aturan juga enak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.