Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sleman memastikan kadernya siap meramaikan kontestasi Pilkada 2024. Meski demikian, untuk bisa maju harus berkoalisi dengan partai lain.
Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptana mengatakan peta kekuatan untuk Pilkada 2024 sudah diketahui. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan di tingkat kabupaten.
Meski belum ada pengumuman secara resmi dari KPU Sleman, namun partai politik sudah membuat perhitungan berkaitan dengan kursi DPRD yang didapatkan. “Sama seperti di Pemilu 2019, kami masih mendapatkan enam kursi,” kata Sukaptana, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, adanya enam kursi di DPRD Sleman bisa menjadi modal untuk menghadapi pilkada yang rencananya diselenggarakan November mendatang. Hasil pembahasan di internal partai adan beberapa nama yang menjadi kandidat untuk diusung sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Sleman.
BACA JUGA: Bapanas Mengklaim Harga Beras Turun Jadi Rp14.000 per Kilogram
Bakal calon pertama adalah dirinya sendiri. Sebagai Ketua DPC, ia mengakui siap maju apabila mendapatkan restu dari DPP Gerindra. “Tentunya saya siap,” katanya.
Adapun calon kedua adalah pengurus DPP sekaligus caleg terpilih DPRD provinsi dari Dapil Sleman 6, yakni M Lisman Pujakusuma. “Dia adalah sosok kader muda potensial yang dimiliki Gerindra,” kata Sukaptana.
Disinggung mengenai posisi yang diincar, ia mengakui belum mematok target pasti. Sukaptana berdalih partainya tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan partai lain.
“Kami hanya punya enam kursi, sedangkan persyaratan maju minimal memiliki sepuluh kursi DPRD. Jadi, kami masih berusaha mencari kawan koalisi dan untuk posisi calon bupati atau wakil butuh dikomunikasikan dengan partai lain,” katanya.
Menurut dia, lobi-lobi kecil dengan partai lain sudah dilakukan. Meski demikian, ia memastikan proses tersebut masih penjajakan awal. “Telepon-telepon sudah, tapi masih penjajakan awal sehingga butuh komunikasi yang lebih intens,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Sleman, R Agus Choliq. Menurut dia, dengan raihan tujuh kursi DPRD Sleman di Pemilu 2024, maka partainya harus membentuk koalisi untuk bisa mengusung calon bupati maupun wakil bupati di Pilkada Sleman.
“Kami tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan calon lain,” katanya. Menurut dia, untuk sekarang masih dalam pembahasan internal. Rencananya di Maret ini membuka penjaringan bakal calon yang diusung di pilkada.
“Mungkin pertengahan bulan, kalau tidak akhir Maret kami buka pejaringan calon bupati dan wakil bupati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.