Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sleman memastikan kadernya siap meramaikan kontestasi Pilkada 2024. Meski demikian, untuk bisa maju harus berkoalisi dengan partai lain.
Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptana mengatakan peta kekuatan untuk Pilkada 2024 sudah diketahui. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan di tingkat kabupaten.
Meski belum ada pengumuman secara resmi dari KPU Sleman, namun partai politik sudah membuat perhitungan berkaitan dengan kursi DPRD yang didapatkan. “Sama seperti di Pemilu 2019, kami masih mendapatkan enam kursi,” kata Sukaptana, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, adanya enam kursi di DPRD Sleman bisa menjadi modal untuk menghadapi pilkada yang rencananya diselenggarakan November mendatang. Hasil pembahasan di internal partai adan beberapa nama yang menjadi kandidat untuk diusung sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Sleman.
BACA JUGA: Bapanas Mengklaim Harga Beras Turun Jadi Rp14.000 per Kilogram
Bakal calon pertama adalah dirinya sendiri. Sebagai Ketua DPC, ia mengakui siap maju apabila mendapatkan restu dari DPP Gerindra. “Tentunya saya siap,” katanya.
Adapun calon kedua adalah pengurus DPP sekaligus caleg terpilih DPRD provinsi dari Dapil Sleman 6, yakni M Lisman Pujakusuma. “Dia adalah sosok kader muda potensial yang dimiliki Gerindra,” kata Sukaptana.
Disinggung mengenai posisi yang diincar, ia mengakui belum mematok target pasti. Sukaptana berdalih partainya tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan partai lain.
“Kami hanya punya enam kursi, sedangkan persyaratan maju minimal memiliki sepuluh kursi DPRD. Jadi, kami masih berusaha mencari kawan koalisi dan untuk posisi calon bupati atau wakil butuh dikomunikasikan dengan partai lain,” katanya.
Menurut dia, lobi-lobi kecil dengan partai lain sudah dilakukan. Meski demikian, ia memastikan proses tersebut masih penjajakan awal. “Telepon-telepon sudah, tapi masih penjajakan awal sehingga butuh komunikasi yang lebih intens,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Sleman, R Agus Choliq. Menurut dia, dengan raihan tujuh kursi DPRD Sleman di Pemilu 2024, maka partainya harus membentuk koalisi untuk bisa mengusung calon bupati maupun wakil bupati di Pilkada Sleman.
“Kami tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan calon lain,” katanya. Menurut dia, untuk sekarang masih dalam pembahasan internal. Rencananya di Maret ini membuka penjaringan bakal calon yang diusung di pilkada.
“Mungkin pertengahan bulan, kalau tidak akhir Maret kami buka pejaringan calon bupati dan wakil bupati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri