Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sleman memastikan kadernya siap meramaikan kontestasi Pilkada 2024. Meski demikian, untuk bisa maju harus berkoalisi dengan partai lain.
Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptana mengatakan peta kekuatan untuk Pilkada 2024 sudah diketahui. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan di tingkat kabupaten.
Meski belum ada pengumuman secara resmi dari KPU Sleman, namun partai politik sudah membuat perhitungan berkaitan dengan kursi DPRD yang didapatkan. “Sama seperti di Pemilu 2019, kami masih mendapatkan enam kursi,” kata Sukaptana, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, adanya enam kursi di DPRD Sleman bisa menjadi modal untuk menghadapi pilkada yang rencananya diselenggarakan November mendatang. Hasil pembahasan di internal partai adan beberapa nama yang menjadi kandidat untuk diusung sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Sleman.
BACA JUGA: Bapanas Mengklaim Harga Beras Turun Jadi Rp14.000 per Kilogram
Bakal calon pertama adalah dirinya sendiri. Sebagai Ketua DPC, ia mengakui siap maju apabila mendapatkan restu dari DPP Gerindra. “Tentunya saya siap,” katanya.
Adapun calon kedua adalah pengurus DPP sekaligus caleg terpilih DPRD provinsi dari Dapil Sleman 6, yakni M Lisman Pujakusuma. “Dia adalah sosok kader muda potensial yang dimiliki Gerindra,” kata Sukaptana.
Disinggung mengenai posisi yang diincar, ia mengakui belum mematok target pasti. Sukaptana berdalih partainya tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan partai lain.
“Kami hanya punya enam kursi, sedangkan persyaratan maju minimal memiliki sepuluh kursi DPRD. Jadi, kami masih berusaha mencari kawan koalisi dan untuk posisi calon bupati atau wakil butuh dikomunikasikan dengan partai lain,” katanya.
Menurut dia, lobi-lobi kecil dengan partai lain sudah dilakukan. Meski demikian, ia memastikan proses tersebut masih penjajakan awal. “Telepon-telepon sudah, tapi masih penjajakan awal sehingga butuh komunikasi yang lebih intens,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Sleman, R Agus Choliq. Menurut dia, dengan raihan tujuh kursi DPRD Sleman di Pemilu 2024, maka partainya harus membentuk koalisi untuk bisa mengusung calon bupati maupun wakil bupati di Pilkada Sleman.
“Kami tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan calon lain,” katanya. Menurut dia, untuk sekarang masih dalam pembahasan internal. Rencananya di Maret ini membuka penjaringan bakal calon yang diusung di pilkada.
“Mungkin pertengahan bulan, kalau tidak akhir Maret kami buka pejaringan calon bupati dan wakil bupati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata