BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan di Awal Oktober 2026
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah menyiapkan sejumlah tempat pengolahan sampah di beberapa lokasi untuk mengolah sampah secara mandiri menjadi sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
"Bantul akan melakukan pengelolaan secara mandiri sampah yang dihasilkan di Bantul ini yang setiap hari ada ratusan ton, bahkan mengolahnya menjadi sumber daya ekonomi baru yang bernilai ekonomi tinggi," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Sabtu.
Dia mengatakan, dari sampah organik itu bisa diolah menjadi kompos, magot, dan beberapa produk yang lain, sementara sampah yang nonorganik akan diolah menjadi sumber daya ekonomi yang lebih beragam lagi.
"Sampah nonorganik bisa didaur ulang menjadi salah satunya adalah panel papan untuk bahan baku furniture, kemudian juga untuk dijadikan pipa PVC, sudah dilakukan, bahkan sudah diproduksi di Bantul," katanya.
Dia mengatakan, sampah nonorganik diolah menjadi barang seni melalui kreativitas para seniman, atau yang sering disebut dengan up cycle, kemudian diproduksi menjadi salah satunya RDF (refuse derived fuel) sebagai bahan bakar industri semen.
"Jadi hasil pengolahan sampah di Bantul itu nanti wujudnya beragam, bahkan kami masih merancang bagaimana dari sampah ini bisa kami produksi listrik, teknologi sudah ada, tinggal nanti menyelesaikan tahap demi tahap yang pada akhirnya sampai ke sana," katanya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Kejar Target Mandiri Kelola Sampah 2025
Bupati mengatakan, langkah mengolah sampah menjadi sumber daya ekonomi yang bentuknya beragam itu diwujudkan melalui fasilitas pengolahan sampah berkonsep Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten yang sudah beroperasi pada akhir Februari 2024.
Kemudian dimulainya pembangunan pusat pengolahan sampah ITF pusat karbonasi di wilayah Bawuran Pleret dengan anggaran sebesar Rp15 miliar dengan target pembangunan dapat diselesaikan pada akhir April 2024, atau kurang lebih selama dua bulan.
Bupati juga mengatakan, Pemkab Bantul sedang 'on going' proses untuk membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah Modalan, Kecamatan Banguntapan, yang direncanakan mempunyai kapasitas hingga 40 ton sampah.
"Kemudian TPST di Dingkikan, Kelurahan Argodadi, dengan kapasitas 40 ton. Di saat yang bersamaan pula beberapa kelurahan di Bantul juga sedang mempersiapkan pembangunan sejumlah TPST pada skala atau level kelurahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.