Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul tengah melakukan berbagai upaya untuk mengejar target mandiri dalam mengelola sampah pada tahun 2025 mendatang
"Yang kita lakukan hari ini adalah mengejar target kemandirian pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul yang kita bahasakan Bantul Bersih Sampah 2025," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai peletakan batu pertama pembangunan kawasan pengolahan sampah di Bawuran, Bantul, Kamis (7/3/2024)
Menurut dia, pemkab sebelumnya telah selesai membangun dan meresmikan fasilitas pengolahan sampah konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten dengan kapasitas 5 ton per hari, kemudian saat ini mulai membangun lagi kawasan pengolahan sampah ITF Bawuran dengan kapasitas 70 ton.
"Artinya Kabupaten Bantul ini akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, di mana setiap hari ada ratusan ton sampah dan Insya Allah tidak keluar dari Bantul, karena Bantul bisa menyelesaikan sendiri, bisa mengolah sendiri sampah yang dihasilkan di Bantul," katanya.
BACA JUGA: TPST Piyungan Ditutup, Pemkab Bantul Klaim Mampu Kelola Sampah Mandiri 30,15 Ton per Hari
Apalagi, kata dia, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Piyungan yang sebelumnya menampung dan mengolah sampah dari tiga wilayah di DIY termasuk Bantul akan ditutup pada April 2024, dan pengelolaan sampah menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten kota.
"TPST Piyungan akan ditutup secara permanen pada April, kita harus mengejar kesiapan kita, meningkatkan kapasitas kita agar kita bisa segera mandiri di dalam mengelola sampah Kabupaten Bantul, salah satunya dengan kawasan pengolahan sampah Bawuran ini," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Bantul bersama kelurahan dan masyarakat dalam pengelolaan sampah terus berjuang keras agar bagaimana pengelolaan sampah itu bisa dimulai dari hulu, yaitu rumah tangga rumah tangga tingkat pedukuhan.
"Sehingga sampah yang keluar dari kelurahan adalah sampah sampah yang kita kelola sendiri di Bantul ini, baik dikelola kelurahan sendiri maupun pemerintah pusat pusat pengolahan sampah yang dibangun pemerintah kabupaten maupun di kelurahan kelurahan," katanya.
Dengan demikian, kata Bupati, Kabupaten Bantul bisa meminimalisir timbunan timbunan sampah yang dihasilkan, dan dapat mengelola sampah tersebut secara lebih produktif, karena menghasilkan barang-barang yang bernilai ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.