Penataan Bantaran Sungai Kota Jogja Ditarget Tuntas 2029
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengklaim mampu mengelola sampah hingga 30,15 ton per hari melalui beberapa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan selama masa desentralisasi pengolahan sampah Pemkab Bantul mendorong pengolahan sampah melalui TPS3R yang ada.
“Terkait proses penutupan [TPST Piyungan] April ini [2024], kami terus menjalankan schedule yang ada, seperti TPS3R, saya juga mendorong [TPS3R] yang belum optimal juga,” katanya, Rabu (6/3/2024).
Saat ini ada 7 TPS3R yang telah optimal mengolah sampah hingga 30,15 ton per hari. TPS3R tersebut terdiri dari TPS3R Panggungharjo yang mampu mengolah sampah hingga 5,15 ton per hari, TPS3R Guwosari mampu mengolah sampah hingga 5 ton per hari, TPS3R Karangtengah mencapai 8,5 ton per hari. Selain itu TPS3R Caturharjo mampu mengolah sampah hingga 0,30 ton per hari, TPS3R Potorono mengolah sampah hingga 7,98 ton per hari, TPS3R Panjangrejo mencapai 0,9 ton per hari, dan TPS3R Murtigading mencapai 2,32 ton per hari.
Bambang juga mendorong pengolahan sampah melalui bank sampah, sehingga diharapkan sampah selesai di setiap rumah tangga. Selain itu menurut Bambang, Satpol PP Bantul juga telah melakukan proses yustisi bagi pembuang sampah liar.
BACA JUGA: Buang Sampah di Timur Gembira Loka, Warga Ditangkap Satpol PP Bantul
“Itu [yustisi bagi pembuang sampah liar] ultimum remedium, dengan adanya penutupan Piyungan mari kita pedulian bersama, semua terdampak,” katanya.
Selain itu menurut Bambang, Pemkab Bantul juga terus menjalankan pembangunan beberapa TPST sesuai rencana.
“Kita juga dalam proses pembangunan TPS yang baru seperti Dingkikan, [ITF Pasar] Niten dan Modalan. Tetapi ini masih proses artinya butuh waktu untuk bangunan dan alat ready beroperasional,” ujarnya.
Sebelumnya ITF Pasar Niten mulai beroperasi sejak Februari 2024 dan mampu mengolah sampah dengan kapasitas 5 ton sehari. Sementara pembangunan TPST Modalan saat ini baru mencapai 20 persen. Sementara TPST Dingkikan Argodadi, Sedayu saat ini masih dalam tahap penetapan pemenang tender. TPST Modalan dan TPST Argodadi masing-masing akan mampu mengolah sampah hingga 40 ton per hari, dan ditargetkan akan mulai beroperasi pada September 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.